Polda Jateng: Pelaku Pelecehan Seks Wanita Boyolali Bukan Polisi

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 13:49 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Rabu (8/9/2021).
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Boyolali -

Kasus pelecehan seksual wanita berinisial R (28) yang berbuntut pencopotan Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin terus diusut. Polda Jateng memastikan pelaku pelecehan seksual itu bukan dilakukan oknum polisi.

"Terhadap laporan dari yang bersangkutan katanya dengan oknum polisi, saya pastikan bukan anggota polisi. Kami punya bukti CCTV hotel dan bukti petunjuk lain yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy di Mapolda Jateng, Kamis (20/1/2022).

Iqbal menyebut pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hal ini untuk membuktikan adanya upaya pemerkosaan terhadap korban.

"Saat ini kami terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi, secepatnya akan kami ungkap agar gamblang," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus itu bermula ketika suami R, berinisial S, ditangkap Polres Boyolali pada Minggu (9/1). Kala itu, suami R ditangkap terkait kasus perjudian.

Keesokan harinya, R mengaku didatangi seorang pria tak dikenal yang mengaku anggota Polda Jateng. Pria itu datang ke rumah R di Boyolali dan mengatakan bisa membantu menguruskan kasus suaminya. Pria itu juga menunjukkan kartu anggota polisi dengan nama inisial GW.

"Datang ke sini ada seseorang yang mengaku anggota Polda, dengan menunjukkan kartu identitas anggota polisi, mau membantu menguruskan kasus suaminya," kata kuasa hukum R, Hery Hartono.

GW datang ke rumah R pada Senin (10/1) pukul 05.30 WIB. GW langsung mengajak pergi R dengan menumpang mobil berdua saja.

"Diajak pergi ikut saja dia (R), karena takut suaminya sedang bermasalah mungkin, ada yang mau menolong, diiyani saja, ikut. Dibawa ke Polres Boyolali dulu, di situ masuk entah dengan trik apa, ini akalnya luar biasa," katanya.

Korban sempat diajak ke Mapolres Boyolali namun kemudian jalan lagi dan pelaku mengatakan akan membawa ke Mapolda Jateng. R Mulai curiga dan sempat mau melompat mobil. Namun ia ditarik dan diancam dengan pisau.

"Tapi rambutnya langsung dijambak, diancam dengan menggunakan pisau," imbuhnya.

R kemudian dibawa ke sebuah hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang. Di situ korban mendapatkan pelecehan seksual dari pelaku. R mengaku sampai di hotel di Bandungan sekitar pukul 08.00 WIB. Beruntung, R akhirnya berhasil kabur setelah GW yang dalam pengaruh miras tertidur. Naik taksi online, R pulang ke Boyolali.

Sampai di Boyolali, R kemudian melapor ke Mapolres Boyolali. Saat melapor di Polres Boyolali, R justru merasa mendapatkan pelecehan secara verbal dari Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin.

Pada tanggal 11 Januari 2022, R didampingi kuasa hukumnya kemudian melaporkan kasus pelecehan verbal dari oknum polisi itu ke Propam Polres Boyolali. R juga melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya di Bandungan ke Polda Jateng. Sebelum melapor, R juga melakukan visum.

Akhirnya, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mencopot Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin. Luthfi juga menyampaikan permohonan maaf ke R.

"Sebelumnya saya Kapolda Jateng menyampaikan permohonan maaf kepada pelapor yang sebesar-besarnya atas dugaan pelecehan, pelanggaran etika yang dilakukan oleh anak buah saya. Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin langsung saya copot dari jabatannya dan digantikan oleh AKP Donna Briyadi, sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Banjarnegara," kata Luthfi kepada wartawan di Mapolda Jateng, Selasa (18/1).

(ams/sip)