Mabuk Lalu Perkosa Anak Kandung, Pria di Gunungkidul Dibekuk!

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 13:39 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Gunungkidul -

Seorang pria di Kabupaten Gunungkidul berinisial S tega mencabuli anak kandungnya. Warga Kapanewon Semin ini dua kali mencabuli anak gadisnya yang masih di bawah umur.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Gunungkidul Ipda Ratri Ratnawati menjelaskan pelaku ditangkap berawal dari laporan ibu korban yang saat ini berstatus mantan istri S, pada 4 November 2021. Mendapati laporan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap S.

"S ditangkap polisi pada 21 Desember 2021 lalu di Semin," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Selama pemeriksaan, S sempat tidak mengakui perbuatannya. Bahkan, polisi sampai mendatangkan alat pendeteksi kebohongan atau poligraf dari laboratorium forensik Semarang, Jawa Tengah, untuk mendapatkan pengakuan dari pelaku.

Ratri mengungkapkan, kronologi pencabulan S bermula saat korban kerap berkunjung ke rumah neneknya yang saat ini ditinggali S. Selama ini korban tinggal di Bantul bersama ibunya pasca-cerai.

"Keduanya sudah bercerai dan tidak tinggal serumah lagi. Ibunya tinggal di daerah Bantul," ujarnya.

Selanjutnya, sepulang kerja dalam kondisi mabuk, S yang mendapati korban menginap tersebut langsung melancarkan aksi bejatnya.

"Saat itu anaknya (korban) nginap di neneknya. Sedangkan S kalau pulang pasti dalam posisi mabuk, sehingga saat kejadian itu dalam kondisi mabuk," ucapnya.

"Untuk tindak pidana pencabulan terhadap anak sebanyak dua kali. Kalau ancaman tidak terlalu dan ancaman secara fisik tidak ada. Jadi setelah melakukan itu (S bilang) hanya jangan bilang siapa-siapa, diam saja," katanya.

Atas perbuatannya, S disangkakan Pasal 81 subsider 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang tindakan cabul dan setubuh. Selain itu, S juga dituntut UU Perlindungan Anak.

"Untuk ancaman hukumannya di antaranya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Ratri menambahkan, saat ini pihaknya masih melengkapi berkas perkara. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gunungkidul untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang saat ini masih sekolah.



Simak Video "Aksi Bejat Pria di Palembang: Cabuli Anak Tiri Usai Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)