Kisah Kyai Melati, Konon Sosok di Balik Asal Usul Nama Klaten

Kisah Kyai Melati, Konon Sosok di Balik Asal Usul Nama Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 28 Jul 2026 07:58 WIB
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Forkompimda Klaten berziarah ke makam Kiai Melati, Kamis (23/7/2026)
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Forkompimda Klaten berziarah ke makam Kiai Melati, Kamis (23/7/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Kabupaten Klaten sejak dulu dikenal sebagai wilayah yang subur dan kaya sumber daya alam. Di balik itu semua, kabupaten ini konon terkait dengan Kyai Melati yang disebut-sebut sebagai salah satu pendirinya. Seperti apa kisahnya?

Setiap merayakan Hari Jadi Klaten, para pejabat Pemkab Klaten selalu berziarah ke Makam Kyai Melati di Kampung Sekalekan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah. Lokasi makamnya pun hanya berjarak sekitar 500 meter dari Alun-alun Klaten.

"Sosok Kiai Melati seperti yang kita tahu adalah tokoh dari Keraton. Sosoknya luar biasa, babat alas di Klaten menyebarkan agama Islam," jelas Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kepada wartawan usai ziarah Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosok Kiai Melati, sebut Hamenang, mengajarkan keteladanan. Maka tidak heran ketokohannya masih dikenang sampai hari ini.

ADVERTISEMENT

"Kemudian ketokohannya sampai hari ini masih luar biasa dan harapannya kita bisa menjaga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan beliau," terangnya.

Juru kunci makam Kiai Melati, Nila Sari, menuturkan sosok Kiai Melati merupakan orang utusan kerajaan Mataram untuk babat alas di Klaten zaman dulu. Sesampai di Klaten menanam bunga melati.

"Resik-resik terus ditanemi kembang melati. Dari nanam kembang melati terus menjadi mlati terus menjadi Klaten," katanya kepada wartawan.

"Setiap saat ada ziarah, dari Klaten, dari luar kota. Untuk HUT Klaten setiap hari jadi," imbuhnya.

Dalam buku laporan akhir studi penelitian Hari Jadi Kabupaten Klaten tahun 2005, sosok Kiai Melati dianggap masyarakat sebagai cikal bakal kampung Klaten (sekarang Kalurahan Klaten). Namun tidak ada bukti otentik sosoknya.

"Nama Klaten diambilkan dari nama Kiai Melati tersebut. Kiai Melati adalah abdi dalem kerajaan Mataram yang ditugaskan untuk menyeragamkan bunga melati dan buah joho untuk keputren ke istana. Namun tidak terdapat data yang memadai mengenai siapa sebenarnya Kiai dan Nyai Melati tersebut...," (halaman 8-9: 2005).

Di buku tersebut sosok Kiai Melati dan istrinya hanya disebut menurut legenda. Selain sosok yang gemar sesirih atau prihatin, Kiai Melati juga ditulis menggarap sawah milik Raden Ayu Mangunkusumo, istri Bupati.

Versi Lain Asal Usul Klaten

Versi lain soal asal usul Klaten terkait dengan kata dalam bahasa Jawa 'kelati' yang berarti buah bibir. Konon, dari kata kelathi inilah berkembang menjadi kata Klaten yang akhirnya menjadi nama Kabupaten Klaten.

Klaten sejak dulu sering menjadi buah bibir karena dikenal dengan kesuburan tanahnya. Posisi Klaten yang berada di lereng Gunung Merapi dengan ketinggian 100-2.500 mdpl, menjadikannya wilayah yang cocok untuk budidaya pertanian.

Dari masa kerajaan Mataram kuno, Mataram Islam, masa kolonial sampai kini Klaten pun dikenal sebagai lumbung pangan, terutama beras.

Jejak sejarah kesuburan tanah Klaten bisa dibuktikan dengan banyaknya pabrik gula (PG) yang didirikan masa kolonial Belanda. Di antaranya PG Gondang, PG Delanggu dan PG Ceper yang masih ada jejak bangunannya. Sedangkan PG Wonosari, PG Cokro, PG Karanganom dan lainnya tinggal puing atau cerita semata.

Tidak hanya gula, di Klaten banyak vorstenlsnden (tanah kerajaan) yang ditanami komoditas unggulan lainnya seperti tembakau. Bahkan tembakau cerutu asal Klaten, tembakau vorstenlanden menjadi komoditas ekspor di abad 18-19.

Demikian kisah tentang Kyai Melati yang konon menjadi asal usul Klaten. Semoga bermanfaat, detikers!



(ams/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads