Mitos Harta Karun Rojo Koyo di Situs Kramat Gumuk Candi Tlawong

Mitos Harta Karun Rojo Koyo di Situs Kramat Gumuk Candi Tlawong

Jarmaji - detikJateng
Sabtu, 01 Okt 2022 17:20 WIB
Kondisi yoni di Gumuk Candi, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Selasa (21/6/2022).
Kondisi yoni di Gumuk Candi, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Selasa (21/6/2022). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Keberadaan Gumuk Candi Tlawong, di Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali sudah lama diketahui warga sekitar. Namun warga hanya mengenalnya sebagai tempat keramat saja.

"Temuan (situs candi) ini sebetulnya sudah menjadi cerita turun temurun. Tapi pengertian mereka itu hanya bahwa sini itu merupakan tempat yang keramat," kata Kepala Desa Tlawong, Joko Tri Wijayanto, Sabtu (1/10/2022).

Masyarakat setempat, kata dia, belum mengetahui kalau di gumuk tengah areal sawah itu ada candi.


"Tahunya ya tempat yang dikeramatkan. Tempat Rojo Koyo. Dari cerita turun temurun seperti itu," imbuh dia.

Cerita mistis tempat rojo koyo itu, lanjut dia, disebutkan merupakan tempat harta karun berujud perhiasan emas.

"Mistisnya disini banyak harta karun, berujud emas-emasan. Bahkan di sini sudah ada yang menemukan emas itu, sebesar jagung," ungkapnya.

Situs gumuk Candi Tlawong itu berada di tengah areal persawahan Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Situs itu diperkirakan merupakan peninggalan sekitar abad 8-9 Masehi.

Terdapat dua yoni yakni di sisi barat dan sisi timur gumuk kecil itu. Juga terdapat beberapa fragmen batuan candi.

Yoni yang ada di sebelah barat dalam kondisi terbalik. Tak hanya itu, salah satu sudutnya terjepit pohon dan sebagian badan yoni terpendam ke dalam tanah.

Sedangkan yoni di sisi timur gumuk ukurannya lebih kecil dari yoni di sebelah barat. Namun, kedua yoni ini memiliki ciri yang mirip, dengan relief kotak di bagian badannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali melakukan penelitian di situs Gumuk Candi Tlawong, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali melakukan penelitian di situs Gumuk Candi Tlawong, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit. Foto: Jarmaji/detikJateng

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali melakukan penggalian di situs tersebut, Kamis (29/9). Disdikbud bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pelaksanaannya.

Kegiatan penggalian itu dilaksanakan sejak Kamis (29/9/2022), diawali dengan prosesi bedah bumi. Kemudian mulai Jumat (30/9/2022), mulai penggalian.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Biyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan merupakan ekskavasi. Namun hanya pembersihan dulu untuk pengkajian tentang situs itu.

"Belum ke ekskavasi. Dibersihkan dulu dalam rangka pengkajian," kata Biyanto.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)