Pakar Budaya UGM Ungkap Alasan Maling Tali Pocong Beraksi Jumat Legi

Jauh Hari Wawan S. - detikJateng
Jumat, 11 Feb 2022 18:29 WIB
Seorang wanita di Surabaya mengaku pernah mencuri tali pocong jasad orang yang meninggal malam Jumat Legi. Kepada detikjatim, ia menunjukkan tali pocong hasil curiannya.
Seorang wanita di Surabaya mengaku pernah mencuri tali pocong jasad orang yang meninggal malam Jumat Legi. Kepada detikjatim, ia menunjukkan tali pocong hasil curiannya. (Foto: Tim detikJatim)
Sleman -

Kasus pencurian tali pocong di makam seorang wanita terjadi pada malam Jumat Legi di Sidoarjo, Jawa Timur. Pakar Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Jawat Nur menyebut pengambilan tali pocong bisa dilakukan di hari selain Jumat Legi.

Jawat mengatakan, pencurian tali pocong biasanya dilakukan pada malam Selasa Kliwon, Jumat Kliwon, atau Jumat Legi. Hal itu tergantung pada permintaan guru yang mengajarkan ilmu hitam kepada muridnya.

"Jadi kalau menurut saya itu apakah menentukan hari Jumat Legi, Jumat Kliwon, Selasa Kliwon itu tergantung gurunya," kata Jawat saat dihubungi wartawan, Jumat (11/2/2022).

"Kalau gurunya memerintahkan diambil pada Jumat Legi tentu orang yang mempelajari ilmu hitam itu akan melakukan," imbuhnya.

Sepengetahuan Jawat, pencurian tali pocong yang dilakukan masyarakat Jawa itu banyak terjadi pada Selasa Kliwon. Oleh karena itu orang yang meninggal di Selasa Kliwon, proses pemakamannya dibuat mundur untuk menghindari pencurian tali pocong.

"Kalau tidak (dimundurkan waktu penguburannya), kuburannya itu dijaga oleh masyarakat setempat dengan menjaga berbagai macam wirid," tuturnya.

Waktu pengambilan tali pocong, lanjut Jawat, juga memiliki keistimewaan masing-masing. Seperti Selasa Kliwon, misalnya. Biasanya digunakan dalam ritual pesugihan.

"Kalau yang Selasa Kliwon biasanya untuk pesugihan, kalau Jumat Legi kemungkinan besar untuk kekuatan ilmu hitam, bisa untuk istilahnya membuat orang yang membawa itu tidak bisa dilihat. Dan juga untuk menambah kesaktian orang yang mengambil," jelasnya.

Sebelumnya, aksi pencurian tali pocong terjadi di Sidoarjo. Kuburan seorang wanita yang meninggal pada malam Jumat Legi (3/2) dibongkar, dan tali pocongnya dicuri.
Pembongkaran kuburan itu terjadi di Makam Desa/Kecamatan Tulangan, pada Selasa (8/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Seperti yang disampaikan juru kunci makam, Sukardi (63).

Sekitar pukul 06.00 WIB, aksi pencurian tali pocong itu baru diketahui. Yang dibongkar merupakan kuburan Siti Kalsum.

"Kejadiannya Hari Selasa Kliwon dini hari. Yang dicuri tali pocong di kaki dan kepala," kata Sukardi kepada detikJatim, Rabu (9/2/2022).

Sukardi menjelaskan, kuburan yang tali pocongnya dicuri, sebetulnya ia jaga. Namun malam itu, ia mengaku tidak kuat menahan rasa kantuk.

"Saat itu rasa ngantuk tidak bisa ditahan. Saya seperti kesirep. Ketika bangun pagi ada laporan dari istri juru kunci lain bahwa ada makam yang dibongkar," kata Sukardi di makam, Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, makam yang dijaga sejak malam Jumat Legi sudah berantakan. Bahkan, jasad almarhumah pun tampak.

Setelah mengetahui aksi pencurian tali pocong itu, Sukardi melapor ke Pemdes setempat. Kuburan sudah dirapikan kembali.

"Kemudian saya laporkan ke modin desa. Kesepakatan antara warga dan ahli waris, tali pocong diganti dan makam kemudian dirapikan kembali," terang Sukardi.



Simak Video "Museum Ini Pamerkan Tali Pocong hingga Keranda Mayat, Berani Mampir?"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)