Hidupkan Bandara Purbalingga, Menhub Minta 7 Kepala Daerah Blocking Tiket

Hidupkan Bandara Purbalingga, Menhub Minta 7 Kepala Daerah Blocking Tiket

Vandi Romadhon - detikJateng
Jumat, 30 Sep 2022 19:53 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Bandara JB Soedirman Purbalingga, Jumat (30/9/2022).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Bandara JB Soedirman Purbalingga, Jumat (30/9/2022). (Foto: Vandi Romadhon/detikJateng)
Purbalingga -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta komitmen tujuh kepala daerah di Jateng bagian barat untuk ikut menghidupkan penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga. Dalam kesempatan itu, para kepala daerah dimintai komitmen untuk melakukan blocking seat penerbangan yang akan dimulai pada pertengahan Oktober mendatang.

"Saya mengharapkan, komitmen untuk memastikan penerbangan dari Jakarta dan Purbalingga ini menjadi satu kepastian," kata Budi di Bandara JB Soedirman Purbalingga, Jumat (30/9/2022).

Langkah yang dilakukannya adalah meminta tujuh daerah yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang dan Wonosobo untuk menggunakan fasilitas penerbangan melalui bandara JB Soedirman.


"Komitmen untuk memastikan tiga flight dalam satu minggu untuk pertama kali sudah dimulai pada bulan Oktober, dan saya bangga diberikan block seat artinya pemerintah dari tujuh Kabupaten itu menjamin bahwa jumlah tertentu dibeli oleh masyarakat tujuh Kabupaten," ujarnya.

Dirinya menyampaikan dengan cara itu, dapat menjadi upaya awal untuk kembali menghidupkan Bandara JB Soedirman Purbalingga. Dia berharap setelah bandara kembali beroperasi masyarakat mengetahui ada penerbangan dan menggunakan moda transportasi udara itu.

"Banyak masyarakat yang berasal dari daerah sini selalu ngomong pengin pulang ke sini, tamasya (menggunakan pesawat) itu adalah potensi. Nah block seat ini saya harapkan tidak terlalu lama dan selanjutnya penerbangan biasa," lanjutnya.

Sementara Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyampaikan untuk rencana blocking seat telah ditentukan kuotanya. Namun untuk teknis jumlah kursi yang akan dipesan masih dalam pembicaraan.

"Maskapai itu kan punya kuota istilahnya break event poin sekitar 70 persenan layak untuk terbang, tadi sudah dibahas kira-kira 70 persen (blocking seat), tetapi berapa yang akan di-blocking seat pemda tergantung pembicaraan karena bisa saja selebihnya dijual kepada masyarakat," kata Adita

Untuk jangka waktu yang akan dilakukan dalam skema itu dia berharap tidak terlalu lama. Harapannya dengan langkah itu masyarakat mengetahui ada penerbangan dan mau melakukan penerbangan dari dan menuju Bandara JB Soedirman.

"Kita sih tadi Pak Menteri bilang paling tiga-empat bulan, harapannya setelah itu bergulir sendiri jadi market tercipta karena sudah ada reguler flight sehingga orang tahu di sini ada penerbangan, karena case study yang ada di Mamuju Toraja seperti itu," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)