wara wara

Ramaikan Lur! Pasar Rakyat Ratusan UMKM di Jalan Sunan Kudus Mulai Hari Ini

Dian Utoro Aji - detikJateng
Jumat, 23 Sep 2022 14:58 WIB
Pasar Rakyat yang digelar sepanjang jalan Sunan Kudus, Jumat (23/9/2022).
Pasar Rakyat yang digelar sepanjang jalan Sunan Kudus, Jumat (23/9/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kudus -

Pemkab Kudus Jawa Tengah menggelar pasar rakyat di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Acara yang menampilkan ratusan pelaku UMKM itu digelar selama lima hari.

Pantauan detikJateng di lokasi, ada ratusan tenda UMKM di Jalan Sunan Kudus, hari ini. Mereka terdiri dari jenis usaha pakaian hingga makanan. Akses jalan menuju ke Sunan Kudus pun ditutup selama lima hari.

Sekda Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan pasar rakyat tersebut menyediakan ratusan pelaku UMKM di Kudus. Acara ini, kata dia, tidak lepas dengan filosofi Kudus Gusjigang yang merupakan akronim bagus, pinter ngaji lan dagang (tampan, pintar mengaji dan berdagang).


Pasar Rakyat digelar mulai 23-26 September 2022 setiap pukul 10.00-22.00 WIB.

"Pasar Rakyat digagas oleh Pak Bupati dalam rangka hari jadi ke-473 Kabupaten Kudus. Ini usia yang sudah mapan, cukup dewasa, sehingga Kudus ini dikenal dengan perdagangan, jasa, dan pertanian," kata Sam'ani kepada wartawan ditemui di lokasi, Jumat (23/9/2022).

"Ini dalam rangka juga Kudus mengakomodir teman-teman UMKM, UMKM yang kecil ini. Terutama mereka ini selama pandemi terdampak. Semoga ini bangkit terus dan dapat meningkatkan ekonomi," imbuh Sam'ani.

Sam'ani menjelaskan sektor UMKM di Kudus terdampak dengan adanya pandemi virus Corona atau COVID-19 selama dua tahun. Apalagi Kudus sempat menjadi zona hitam penyebaran COVID-19.

Dengan adanya pasar tersebut, dia berharap agar dapat meningkatkan dan membangkitkan sektor ekonomi masyarakat. "Pasar ini juga diharapkan untuk mengatasi inflasi dan juga bagi warga yang terdampak kenaikan BBM, tetapi mereka tetap kuat dan berusaha untuk memutar ekonomi kerakyatan," ujar dia.

Salah satu pelaku UMKM, Dasa Gentawati (46) mengatakan terbantu adanya acara pasar tersebut. Menurutnya pelaku UMKM seperti dirinya tidak bisa berbuat banyak selama pandemi. Adapun barang produknya berupa batik khas Kudus dan ecoprint.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena selama ini kita tidak ada pergerakan, dengan adanya acara ini kita agak bangkit. Mudah-mudahan kedepannya kita juga selalu bangkit dan kokoh, khususnya sektor UMKM ini," kata Dasa.

Dia mengatakan harga produk batik yang dijual mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 275 ribu. "Alhamdulillah sejak sore, Magrib sudah laku dua jadi ada omzet tipis-tipis. Kalau saya batik khas Kudus dan ecoprint. Pasaran sampai ke luar kota, Magelang, Kalimantan. Prosesnya satu hari jadi, bisa," tambah dia.

[Pembaca detikJateng dapat berbagi informasi yang sekiranya perlu untuk diketahui khalayak luas melalui platform wara-wara ini. Informasi bisa dikirim melalui email: infojateng@detik.com]



Simak Video "Kafe Tak Berizin di Babarsari Disegel, Sempat Terjadi Perlawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)