Cara Rumah Makan di Kulon Progo Siasati Mahalnya Bahan Baku gegara BBM Naik

Cara Rumah Makan di Kulon Progo Siasati Mahalnya Bahan Baku gegara BBM Naik

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Senin, 19 Sep 2022 16:11 WIB
Desti Puji Lestari, pemilik rumah makan Sego Berkat Pare Anom Bu SPA Kulon Progo, Senin (19/9/2022).
Desti Puji Lestari, pemilik rumah makan Sego Berkat Pare Anom Bu SPA Kulon Progo, Senin (19/9/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara / detikJateng
Kulon Progo -

Kenaikan harga BBM berdampak pada naiknya harga bahan pangan di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Kondisi itu membuat sebagian pengusaha rumah makan kalang kabut. Salah satunya Desti Puji Lestari, pemilik rumah makan Sego Berkat Pare Anom Bu SPA.

"Dampak kenaikan BBM ini, semua bahan bakunya naik. Dari bumbu-bumbu, ayam negeri, ayam kampung, telur itu mengalami kenaikan semua," ucap Desti saat ditemui di tempat usahanya di Kapanewon Temon, Senin (19/9/2022).

Desti menyebut, harga ayam potong yang sebelumnya berkisar Rp 25.000-26.000 per kilo kini naik jadi Rp 32.000-34.000 per kilo. Telur ayam juga naik harganya dari Rp23.000 per kilo menjadi Rp28.000-30.000 per kilo.


"Harga ayam kampung juga naik, dari Rp 65.000 menjadi Rp 75.000 per kilonya," jelas Desti. Dia menambahkan, harga bawang, cabai, tempe dan tahu juga mengalami kenaikan. Desti pun berencana menaikkan harga sego berkatnya.

"Menyiasatinya kita tetap menaikkan (harga), tapi tidak langsung mencolok, jadi yang penting kita tetap ada penjualan, berjalan seperti biasa tetapi memang untungnya lebih tipis," ujar Desti.

"Tapi nanti perlahan, seperti ongkir yang sebelumnya tidak kita kenakan, nanti dengan kenaikan BBM ini terpaksa kita kenakan ongkir bisa per pcs-nya atau tergantung jarak. Nanti baru kita diskusikan," imbuh dia.

Naiknya harga pangan imbas BBM mahal juga dikeluhkan Ines, salah satu karyawan rumah makan di Wates.

"Yang paling terasa naik itu telur, cabai merah. Itu masih tinggi harganya," ujarnya.

Ines menerangkan, untuk harga telur ayam saat ini di kisaran Rp 28.000 per kilo.

"Cabai merah sekarang Rp60.000 per kilo, kalau sebelumnya paling Rp20.000 per kilo, itu sudah mahal," ucapnya.

Meski demikian, rumah makan tempat Ines bekerja belum ada berencana menaikkan harga jual makanannya.

"Sementara ini sih enggak ada, maksudnya enggak menaikkan harga. Takutnya kalau nanti naik harganya (pelanggan) malah lari, nggak ke sini," ucapnya.



Simak Video "Catat! Rekayasa Lalin Sekitar Istana Negara Jelang Aksi 2309"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/aku)