Cara Menaker Ida Fauziah Cegah Mismatch di Dunia Kerja

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Senin, 15 Agu 2022 22:28 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah saat memberikan keterangan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah saat memberikan keterangan. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng.
Yogyakarta -

Ketidakcocokan antara pendidikan dan pekerjaan atau mismatch masih menjadi salah satu pemicu banyaknya pengangguran di Indonesia. Lantas apa solusi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)?

"Pemerintah sudah mengeluarkan Perpres No. 68 tahun 2022 yang mengurangi mismatch itu dan mensinergikan antara pendidikan dan pelatihan vokasi," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)RI Ida Fauziah kepada wartawan disela-sela acara B20-G20 Dialogue Future of Work and Education Task Force di Yogyakarta, Senin (15/8/2022) malam.

Hal itu, kata Ida, membuat kebutuhan akan pasar kerja terpenuhi dan mengurangi mismatch. Caranya, dengan memaksimalkan sekolah Vokasi.


"Jadi kita demand driven ya, mengikuti kebutuhan pasar kerja melalui pelatihan dan pendidikan vokasi," ucapnya.

Namun, Ida menilai untuk mengurangi mismatch perlu kolaborasi dengan banyak pihak, seperti halnya pihak pemerintah dan swasta. Untik saat ini, Ida menyebut tengah memaksimalkan forum komunikasi lembaga pelatihan dengan industri yang ada di setiap Balai Latihan Kerja (BLK).

"Tidak bisa kita kerjanya, tatanannya banyak, kerjanya harus kerja sinergi kerja kolaborasi, kerja antara pendidikan dan pelatihan vokasi harus kerja yang untuk menjawab adanya mismatch tadi," ujarnya.

"Dan kita punya forum komunikasi lembaga pelatihan dengan industrinya. Forum inilah yang mempertemukan antara kebutuhan industri dengan kebutuhan suplainya. Forum ini ada di semua BLK-BLK baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, maupun kabupaten kota," lanjut Ida.

Tak hanya itu, Ida juga menyebut, bahwa kerja menghadapi masa pasca pandemi dan future of work membutuhkan kerja kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Untuk itu, Ida menilai perlunya acara B20-G20 tersebut.

"Forum dialog antara B20 dan G20 itu salah satu cara kita untuk berkolaborasi mewujudkan merumuskan langkah-langkah menghadapi tantangan pekerjaan masa depan dan pekerjaan yang layak," katanya.

"Dan yang kita lakukan hari ini melakukan kolaborasi dengan sektor swasta organisasi tenaga kerja dan akademisi. Kami melakukan transformasi balai latihan kerja sebagai pusat kompetensi dan peningkatan produktivitas. Itu hal yang dilakukan oleh pemerintah. Saya kira hal yang sama pasti juga akan dilakukan oleh dalam hal ini KADIN," imbuh Ida.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid bahwa tantangan di dunia kerja saat ini lebih kepada membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Di mana Indonesia mempunyai SDM yang kemampuannya tepat dengan apa yang dibutuhkan untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan ke depan.

"Nah, untuk inilah kolaborasi antara kami dari KADIN rumahnya pengusaha bersama dengan kemenaker. Dan harapannya ini adalah suatu langkah yang terus dilaksanakan bukan hanya sekali-sekali ini, tapi kita terus melakukan suatu proses berkelanjutan," ujarnya.



Simak Video "Bank Jateng Gandeng KPK Tagih Kredit, 35 Debitur Nakal Siap Ngangsur"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)