Bisnis

Perbaikan Tanggul yang Picu Banjir di Pelabuhan Semarang Rampung

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Senin, 15 Agu 2022 15:05 WIB
Perbaikan Tanggul yang Picu Banjir di Pelabuhan Semarang Rampung 4 Bulan Lebih Cepat
Perbaikan tanggul yang picu banjir di Pelabuhan Semarang rampung 4 bulan lebih cepat dari yang dijadwalkan yakni akhir Desember tahun ini. Foto: Dok PT Pelindo 3.
Semarang -

Akhir Mei 2022 lalu pelabuhan Tanjung Emas Semarang dilanda banjir rob yang disebabkan jebolnya tanggul di PT Lamicitra. Kini proses perbaikan pembangunan tanggul sudah rampung.

Regional Head 3 Pelindo Ardhy Wahyu Basuki mengatakan penyelesaian pembangunan tanggul itu lebih cepat dibanding targetnya yaitu akhir tahun ini. Tanggul sepanjang 350 meter itu rampung 3 Agustus 2022.

"Sejak awal kami sangat concern terhadap berbagai potensi bencana di area kerja kami seperti salah satunya banjir rob ini, hal ini karena menyangkut dengan aktivitas ekonomi suatu daerah dan yang terpenting adalah keselamatan para pekerja di area kami. Sehingga kami berupaya agar pembangunan ini cepat selesai," kata Ardhy dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/8/2022).


Ardhy menjelaskan pengerjaan pembangunan mencakup tanggul sisi utara yang jebol sepanjang 22,70 meter, kemudian jebolan tanggul sisi selatan sepanjang 33 meter, dan area sepanjang 275 meter yang sudah selesai progres fisiknya 100 persen dan terhubung.

Perbaikan Tanggul yang Picu Banjir di Pelabuhan Semarang Rampung 4 Bulan Lebih Cepat.Perbaikan Tanggul yang Picu Banjir di Pelabuhan Semarang Rampung 4 Bulan Lebih Cepat. Foto: Dok PT Pelindo 3

"Keseluruhan pekerjaan meliputi dari penggalian, pembangunan pondasi sumuran dan pondasi bored pile, dan pembangunan dinding tanggul dengan top elevasi +3,2 MLWS (Mean Low Water Springs). Hal ini tentunya menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya Pelindo mengantisipasi berbagai potensi terjadinya bencana banjir rob di wilayah kerjanya," tegas Ardhy.

Ia menyebut PT Pelindo Regional 3 juga terus melakukan langkah mitigasi ketika ada pengumuman dari BMKG terkait pasang surut air laut. Salah satu langkah yang diambil yaitu menyiagakan mesin pompa dan membersihkan seluruh drainase dan saluran air di area pelabuhan.

"Kami mempertimbangkan betul setiap pengumuman atau imbauan akan berbagai potensi terjadinya bencana di wilayah kerja kami, oleh karenanya kami secara rutin memastikan insfrastuktur kami siap dan juga SDM kami tanggap dalam situasi dan kondisi bencana," ujarnya.

Untuk diketahui, akhir Mei 2022 lalu pelabuhan Tanjung Emas Semarang kebanjiran. Selain akibat hujan, tanggul di PT Lamicitra jebol sehingga air langsung meninggi dengan cepat. Selain itu faktor alam juga mempengaruhi yaitu tinggi gelombang laut dan puncak pasang tertinggi.



Simak Video "Tanggul Sungai Sat di Pati Jebol, Ladang-Puluhan Rumah Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)