Rumah Bertingkat di Klaten Bertahan di Tengah Proyek Tol, Ini Kisahnya

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 09 Agu 2022 14:22 WIB
Rumah di jalan Klaten-Boyolali bertahan di tengah proyek Tol Jogja-Solo, Selasa (9/8/2022).
Rumah di jalan Klaten-Boyolali bertahan di tengah proyek Tol Jogja-Solo, Selasa (9/8/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Keberadaan sebuah rumah cukup besar dan bertingkat di tepi jalan Klaten-Boyolali, Kecamatan Ngawen, Klaten, menyita perhatian. Betapa tidak, rumah ini belum terusik proyek jalan Tol Jogja-Solo meski bangunan dan lahan di depan, samping, dan belakangnya sudah rata.

Dari pantauan detikJateng, rumah bercat hijau muda tersebut berdiri di lahan seluas sekitar 500 meter persegi. Rumah berpagar besi tersebut sepi tidak berpenghuni.

Di halaman, tampak pepohonan rimbun tidak terawat. Rumah tersebut menjadi satu-satunya bangunan dan lahan yang masih utuh di tengah hiruk pikuk pekerjaan proyek tol.


"Belum digusur. Padahal rumah lain di selatan jalan sudah diratakan alat berat, infonya milik seorang guru," ungkap warga sekitar, Slamet (35), kepada detikJateng, Selasa (9/8/2022).

Dimintai konfirmasi, Kasi Pengadaan Lahan Kantor BPN Klaten Sulistyono menjelaskan rumah tersebut milik warga bernama Setyo. Sulistyono mengatakan yang bersangkutan belum setuju dengan ganti kerugian.

"Punya Pak Setyo, belum setuju dengan ganti kerugian dan tidak mengajukan keberatan ke PN. Tanah tersebut apabila dalam jangka waktu akhir Agustus tidak mau tanda tangan di berita acara persetujuan akan saya titipkan di PN," jelas Sulistyono.

Ditemui terpisah, pemilik rumah Setyo Subagyo menyatakan belum menyetujui uang ganti rugi sampai saat ini. Setyo mengatakan tanah miliknya dihargai Rp 2,6 juta per meter.

"UGR (uang ganti rugi) belum sesuai. UGR tempat saya tanah per meter dihargai Rp 2,5 juta. Padahal seberang jalan Rp 3 juta per meter karena beda appraisal," jelas Setyo.

Menurut Setyo, dirinya tidak menggunakan jalur hukum tetapi menggunakan mediasi.

"Jalur mediasi, jalur hukum mustahil menang. Harapannya ya UGR di atas harga pasar, di atas Rp 3 juta per meter," imbuh Setyo.



Simak Video "Alasan Tambang Tanah Uruk Proyek Tol Jogja-Solo Disegel Satpol PP"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)