Menkop Teten Masduki: Mal dan Rest Area Tidak Perlu Takut Jual Produk UMKM

Imam Suripto - detikJateng
Jumat, 15 Jul 2022 19:52 WIB
Teten Masduki Icip Kopi Lombok
Teten Masduki Icip Kopi Lombok Foto: (dok. Pemkab Lombok Barat)
Brebes -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan produk-produk UMKM tidak kalah laku dari produk branded. Untuk itu dia menyampaikan pengelola mal maupun rest area tidak perlu ragu untuk menjajakan produk UMKM.

Hal itu disampaikan Teten saat meresmikan Sentra batik Indonesia di Rest Area KM 260 PG Banjaratma, Jumat (15/7/2022). Pada kesempatan itu Teten menegaskan produk UMKM saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Terbukti beberapa mal yang menyediakan produk UMKM di Jakarta banyak diserbu pengunjung dibanding yang hanya menjajakan produk produk branded.

"Sekarang ini bagi pengelola mal, rest area tidak usah ragu. Meskipun 100 persen adalah produk UMKM, seperti di Sarinah dan Blok M justru menarik pengunjung yang cukup besar, bisa mengalahkan mal-mal yang hanya menjajakan produk produk branded," ungkap Teten.


Produk rumahan bila dikelola secara bagus, kata Teten, akan memiliki kualitas dan nilai jual yang tinggi. Dengan kualitas produk yang bagus otomatis akan dicari oleh pembeli.

Oleh karenanya, sambung Menkop UKM, jangan ada yang punya anggapan produk UMKM harus murah. Jika berkualitas bagus harus dijual mahal.

"UMKM justru menjadi penarik pengunjung yang luar biasa. Seperti saya sampaikan tadi, Mal Sarinah mencapai 41 ribu pengunjung per hari, sementara mal besar yang hanya produk branded hanya 11 ribu pengunjung per hari. Itu artinya produk UMKM sangat menjual, sangat dicari," terusnya.

Sebagai komitmen dalam mendukung usaha kecil, Teten mengatakan, pemerintah memberikan kuota 30 persen bagi produk UMKM di semua infrastruktur publik seperti mal dan rest area. Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha kecil untuk go digital.

"Pemerintah mendukung UMKM untuk terus melakukan pembenahan. Kita memberi kuota 30 persen di sarana infrastruktur publik. Selain itu kita juga mendorong untuk go digital," terang Teten.

Terpisah, Direktur Utama PT. PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda menegaskan rest area KM 260 merupakan rumah untuk memasarkan produk UMKM. Dari 185 outlet, hanya 15 yang bukan UMKM.

"Jadi kami di sini (rest area PG Banjaratma) malah melebihi dari 30 persen. Satu gedung ini isinya UMKM," ungkap Dina.



Simak Video "Menkop UKM Sebut Tahun 2030 Lapangan Pekerjaan Berubah Signifikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/ahr)