Pedagang Kambing Boyolali Jualan di Pinggir Jalan-Kebun gegara Pasar Ditutup

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 07 Jul 2022 14:23 WIB
Para pedagang kambing di Pasar Pengging, Boyolali, jualan di jalan samping pasar, Kamis (7/7/2022).
Para pedagang kambing di Pasar Pengging, Boyolali, jualan di jalan samping pasar, Kamis (7/7/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Pedagang kambing memadati sekitar Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali hari ini. Para pedagang memindah jualannya ke kebun warga dan jalan Dukuh Baturan, Desa Jembungan, tepat di sebelah utara pasar hewan, karena pasar tersebut masih ditutup oleh Pemkab Boyolali.

"Meningkat. Dibandingkan hari pasaran kemarin, ini lebih ramai. Kan prepegan ini. Pasaran terakhir di Pasar Pengging menjelang Idul Adha ini," kata Dami, salah seorang pedagang kambing di Pasar Pengging, Kamis (7/7/2022).

Pasar Pengging memiliki dua hari pasaran dalam sepekan yaitu Wage dan Pahing. Hari ini adalah pasaran Wage. Sementara itu prepegan adalah tradisi masyarakat berbelanja kebutuhan yang dilakukan beberapa hari sebelum hari raya.


"Besok pasaran Pahing kan di hari Minggu, sudah hari raya kurban," imbuh dia.

Pasar kambing di Pasar Pengging sebenarnya masih ditutup oleh Pemkab Boyolali. Para pedagang pun jualannya pindah ke kebun warga dan jalan Dukuh Baturan, Desa Jembungan, tepat di sebelah utara pasar hewan tersebut.

Menurut Dami, permintaan kambing untuk kurban hari ini meningkat dibandingkan hari pasaran sebelumnya. Harganya juga mengalami kenaikan.

"Banyak pembeli. Harganya ada kenaikan sedikit, sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu dibandingkan kemarin," jelas Dami.

Harga kambing untuk kurban di pasar hari ini rata-rata di atas Rp 3 juta per ekor. Dami menawarkan kambing-kambingnya dengan harga bervariasi. Ada yang Rp 3 juta, Rp 3,5 juta dan bahkan ada yang ditawarkan Rp 4,5 juta.

Kenaikan harga kambing saat ini, kata Dami, disebabkan karena jumlahnya yang sedikit. Kambing-kambing dari luar daerah termasuk dari provinsi lain juga tidak bisa masuk dampak pembatasan lalu lintas ternak akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Faktornya kambing tidak terlalu banyak yang keluar di pasar. Yang dari luar daerah kan tidak bisa masuk, jadi ini hanya kambing-kambing lokal saja," terangnya.

Para pedagang kambing di Pasar Pengging, Boyolali, jualan di jalan samping pasar, Kamis (7/7/2022).Para pedagang kambing di Pasar Pengging, Boyolali, jualan di jalan samping pasar, Kamis (7/7/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng

Pedagang kambing lainnya, Yanto, dari Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali mengaku membawa 15 ekor kambing. Dia menghargai kambing Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta.

"Ini sudah laku 9 ekor. Harganya Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta," kata Yanto.

Sementara itu salah seorang konsumen, Dwi Rohmad Basuki, mengatakan sengaja datang ke pasar hewan Pengging untuk membeli kambing guna keperluan kurban. Dia hendak membeli dua ekor kambing.

"Ini kurang satu ekor. Saya cari yang harganya di bawah Rp 3 juta. Tapi ini kebanyakan Rp 3 juta lebih," kata warga Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali ini.

Menurutnya, harga kambing saat ini memang meningkat tajam, khususnya yang untuk kurban. Hal ini karena warga banyak yang beralih ke kambing untuk kurban di Idul Adha ini.

"Soalnya kalau untuk kurban sapi kan lagi PMK. Jadi beralih ke kambing, otomatis harga kambing naik," katanya lagi.

Terpisah, terkait aktivitas pedagang yang nekat berjualan hewan di luar pasar, Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali Sapto Hadi Darmono mengatakan hal itu bukan kewenangannya.

"Kalau pasar hewannya masih ditutup. Kalau aktivitas perdagangan di luar pasar itu sudah bukan wewenang kami," kata Sapto.



Simak Video "Pasar Ditutup, Pedagang Kambing Boyolali Jualan di Pinggir Jalan"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)