Pasar Hewan Klaten Sudah Dibuka, Tapi Kok Pedagang Nggak Ada yang Bawa Sapi?

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 29 Jun 2022 11:15 WIB
Suasana Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Rabu (29/6/2022).
Suasana Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Rabu (29/6/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Pasar Hewan Jatinom Klaten sudah mulai dibuka hari ini setelah sebelumnya ditutup karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun pantauan hari ini di pasar hewan tersebut para pedagang datang tak membawa hewan ternak yang akan dijualnya. Mengapa?

"Belum bawa (sapi) padahal biasanya saya bawa 15-20 ekor. Ini tidak bawa karena pengumuman pasar dibuka mendadak dan kita takut tertular PMK," ungkap pedagang sapi Bambang Ariyanto kepada detikJateng di Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Rabu (29/6/2022).

"Sementara saya tidak jualan sapi, padahal di rumah ada 20 ekor," jelas Bambang.


Bambang mengungkap selama penutupan pasar hewan, peternak dan penjual hewan tak mendapat bantuan dari pemerintah. "35 hari sampai sekarang dibiayai sendiri, minimal sehari Rp 500.000 dan sebulan bisa Rp 15 juta. Pemerintah tidak ada bantuan apapun," imbuh warga desa Cawan, Kecamatan Jatinom itu.

Pedagang lain yang berasal dari Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Wawan, menyatakan ke pasar maupun kirim ke Jakarta tidak berani. Padahal sebelum ada PMK bisa kirim 70 ekor.

"Ini ke pasar tidak bawa, keluar kota juga tidak berani kirim. Tahun lalu saya kirim 70 ekor ke Jakarta dan ini tidak berani," papar Wawan kepada detikJateng.

Wawan menyatakan saat ini pedagang pusing setelah ada PMK. Membeli tidak berani dan menjual juga tidak berani.

"Biasanya saya beli ke Sragen, Sukoharjo, Wonogiri tapi ini tidak bisa. Kirim juga tidak berani, barang tidak ada, padahal permintaan sebenarnya ada, sekarang kata orang Jawa pedagang judeg," jelas Wawan.

Pantauan detikJateng di lokasi, pedagang dan peternak datang mulai pukul 07.00 WIB. Pedagang dengan sepeda motor hanya duduk berbincang.

Pedagang lainnya yang membawa mobil bak terbuka hanya memarkir mobil di lokasi. Pasar dijaga ketat polisi dan tim kesehatan hewan Pemkab Klaten.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Widiyanti,menyatakan hari pertama pembukaan pasar sepi. Di Jatinom yang biasanya paling ramai kini sepi.

"Ini sepi dan kosong tidak ada yang membawa sapi. Mungkin pedagang dan peternak sudah tahu kondisinya sehingga memilih tidak transaksi di pasar," ucap Widiyanti kepada wartawan di lokasi.

Dia mengungkap biasanya ada ratusan ekor sapi atau hewan ternak yang diperdagangkan pasar hewan di Klaten. Namun saat ini kondisi pasar hewan kosong.

"Di Jatinom biasanya 500 ekor tapi ini kosong. Semoga ini karena kesadaran sebab saat PMK seperti saat ini sapi juga tidak boleh berkumpul," pungkas Widiyanti.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)