4 Sapi dari Jatim Ndeprok di Pasar Hewan Boyolali Bikin Heboh

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 23 Jun 2022 15:28 WIB
Sapi-sapi yang ndeprok di pasar hewan Jelok, Cepogo, Boyolali, Kamis (23/6/2022), dievakuasi pakai mobil pikap setelah bisa berdiri.
Sapi-sapi yang ndeprok di pasar hewan Jelok, Cepogo, Boyolali, Kamis (23/6/2022), dievakuasi pakai mobil pikap setelah bisa berdiri. (Foto: Istimewa)
Boyolali -

Empat ekor sapi ndeprok atau tergeletak di Pasar Sapi Jelok, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (23/6/2022). Warga khawatir 4 sapi yang baru didatangkan dari Lumajang, Jawa Timur, itu terpapar penyakit mulut dan kukuk (PMK).

Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Sapto Hadi Darmono, membenarkan kabar itu.

"Saya cek ke sana (Pasar Hewan Jelok) pukul 05.00 WIB. Ada empat ekor sapi tergeletak di pasar hewan. Tiga ekor lainnya di luar pasar," kata Sapto Hadi Darmono kepada para wartawan Kamis (23/6/2022).


Sapto mengatakan, tujuh ekor sapi itu milik pedagang sapi dari Desa Jelok, Cepogo. Sapi-sapi itu sengaja diturunkan di pasar hewan Jelok. Sebab, di rumah pedagang sapi itu tidak ada tempat khusus untuk menaikturunkan sapi.

"Dari keterangan pemiliknya, (7 sapi) itu sampai di Jelok pukul 03.00 WIB. Baru beli dari Lumajang, Jawa Timur. Karena di rumahnya nggak ada tempat untuk menaikkan dan menurunkan sapi, jadi diturunkan di pasar," ujar Sapto.

Oleh Sapto, pedagang sapi itu diminta segera memindahkan atau membawa pulang sapi-sapinya yang tergeletak di pasar. Belum diketahui apakah penyebab sapi ndeprok itu akibat terjangkit PMK atau karena kelelahan setelah perjalanan jauh dari Lumajang.

"Saya kurang tahu kondisinya, PMK atau tidak. Tapi kalau suhu panas memang iya, kondisinya panas karena faktor perjalanan jauh. Makanya, karena perjalanan jauh itu pas penurunan kan pada duduk, kelelahan. Setelah itu, kondisinya bisa berdiri," imbuh dia.

Sapto menambahkan, pada salah satu sapi itu ditemukan luka berdarah pada bagian pantat samping kanan. Namun, setelah diperiksa, luka itu diduga karena sapi-sapi saling berhimpitan selama perjalanan.

"Jenisnya sapi perah semua. Lalu saya minta untuk disterilkan dan dibawa pulang oleh pemiliknya sekitar pukul 05.30 WIB," kata Sapto.

Setelah sapi-sapi itu dipindahkan, Sapto kemudian meminta PMI Boyolali menyemprot disinfektan di Pasar Hewan Jelok untuk mengantisipasi adanya virus PMK.



Simak Video "Ini Tata Cara Vaksinasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)