Erick Thohir Dorong Bandara-Kantor Pos Jadi Etalase Budaya

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Rabu, 22 Jun 2022 11:35 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir, saat berbincang dengan pegiat seni dan budayawan dalam acara Temu Budaya di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, DIY, Rabu (22/6/2022).
Menteri BUMN, Erick Thohir, saat berbincang dengan pegiat seni dan budayawan dalam acara Temu Budaya di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, DIY, Rabu (22/6/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong bandara-bandara di seluruh Indonesia untuk menjadi etalase budaya. Langkah itu sebagai upaya membangkitkan kembali perekonomian masyarakat khususnya pegiat seni budaya yang terpuruk imbas pandemi COVID-19.

"Kemarin ketika saya melihat data lagi bahwa pariwisata mulai bangkit di angka 70 persen, nah saya mendorong lagi Angkasa Pura menjadi bandara sebagai etalase kebudayaan. Jangan kita menjadi bangsa yang modern tapi kehilangan jati diri kita, budaya kita, ini yang bahaya," ucap Erick saat ditemui wartawan di sela-sela acara Temu Budaya di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, DIY, Rabu (22/6/2022).

"Dan, berdasarkan riset banyak sekali sekarang bahasa-bahasa daerah di Indonesia mulai hilang karena generasi mudanya tidak belajar lagi. Nah ini kita coba maksimalkan di airport menggelar festival budaya yang dulu sudah jalan sekarang dijalankan lagi, paling tidak seminggu dua kali khususnya di Jogja. Nanti Bali sama Jakarta sudah mulai jalan," imbuhnya.


Erick berharap langkah ini bisa menggeliatkan lagi perekonomian pegiat seni budaya, khususnya di Jogja yang selama ini terdampak pandemi COVID-19.

"Saya berharap komunitas yang selama ini terkena COVID ekonominya kembali lagi, Pembukaan lapangan kerja terasa lagi, supaya ada keseimbangan ekonomi dan kita harus pastikan Jogja ini kembali baik dalam segi perekonomian industri pariwisatanya tanpa kita meninggalkan infrastruktur perusahan-perusahaan BUMN bisa dilibatkan," ujarnya

Selain bandara, lanjutnya, bangunan milik PT Pos Indonesia yang tersebar di sejumlah daerah juga bisa diproyeksikan sebagai etalase budaya, termasuk juga tempat mempromosikan UMKM lokal. Hal ini menurutnya sudah dilakukan di Kantor Pos Pasar Baru, di Jakarta. Kemudian disusul daerah lain seperti Medan, Bandung, hingga Surabaya.

"PT Pos sendiri gedung-gedungnya yang bagus-bagus peninggalan Belanda, isinya kita bangun UMKM dan merek lokal. Sudah terjadi di Jakarta di Pasar Baru, insyallah tahun ini akan buka di Medan dan Bandung. Tahun depan di Surabaya. Kita dorong itu. Kemudian Sarinah yang kita tahu dulunya orang sudah lupa, sekarang jadi etalase produk dan UMKM mendunia kita jaga," ujarnya.

Erick mengatakan upaya menjadikan infrastruktur milik perusahaan-perusahaan BUMN ini harus bersinergi dengan pihak-pihak lain, seperti Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah. Tidak menutup kemungkinan juga menggandeng budayawan hingga pihak swasta yang berkompeten di bidangnya.

"Kita harapkan sinergi ini tidak hanya kerja Kementerian (BUMN) sendiri tetapi kita rajut bersama Kementerian Pariwisata, Pemerintah daerah, budayawan, swasta. Swasta ini juga bisa membantu supaya kebudayaan ini bisa terjaga," jelasnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Utama PT. Angkasa Pura 1, Faik Fahmi mengatakan upaya menjadikan YIA sebagai etalase budaya sangat penting untuk menjaga mendukung status Jogja sebagai kota budaya. Langkah ini juga dalam rangka membuat DIY sebagai daerah yang makin istimewa.

"Seperti yang disampaikan Pak Erick kita ingin membuat bandara ini (YIA) menjadi etalase kebudayaan. Apalagi Jogja ini merupakan kota budaya, jadi kita ingin DIY menjadi lebih istimewa dengan adanya kegiatan budaya di bandara," ujarnya.

Ia menjelaskan selama ini YIA sudah menjadi panggung bagi para pegiat kebudayaan dan seniman. Ada aneka macam produk kebudayaan yang rutin ditampilkan di bandara ini setiap pekannya.

"Ini jadi panggungnya seniman. Tidak hanya tari menari tapi juga lukisan, batik, patung sebagainya akan mendapatkan tempat khusus untuk menampilkan produk mereka Ini yang akan kita atur. Sejauh ini sebenarnya ya sudah jalan, seperti setiap Sabtu-Minggu rutin 72 desa di DIY bergilir kan menampilkan budayanya masing-masing. Jadi ini saya kira awal bagus sekaligus upaya kita memulihkan dampak pandemi COVID," pungkasnya.



Simak Video "Begini Situasi Bandara YIA Jelang Natal dan Tahun Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/dil)