Aturan Wajib Tempel Warning BPA, BPOM Tak Larang Galon Berbahan Polikarbonat

Tim detikHealth - detikJateng
Minggu, 12 Jun 2022 16:03 WIB
Ilustrasi galon air mineral.
ilustrasi galon isi ulang. Foto: Shutterstock
Solo -

BPOM saat ini mulai mewajibkan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat (PC) mencantumkan warning label 'berpotensi mengandung BPA'. Aturan ini tercantum dalam revisi Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

BPA merupakan singkatan dari bisphenol A, umumnya dipakai dalam pembuatan botol kemasan plastik termasuk galon isi ulang di pasaran. Ada kekhawatiran kandungan BPA bermigrasi pada air minum dalam kemasan sehingga berbahaya bagi kesehatan.Hanya saja, aturan tidak melarang penggunaan botol atau galon yang mengandung polikarbonat.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito menyebut regulasi baru ini juga tidak lantas melarang penggunaan galon berbahan kemasan polikarbonat. Dia menyebut tidak ada pelaku usaha yang dirugikan dengan aturan baru ini.

"Agar tidak terjadi penyimpangan informasi, peraturan ini hanya mengatur kewajiban mencantumkan tulisan cara penyimpanan pada label AMDK yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat (PC)," kata Penny seperti dikutip dari detikHealth, Minggu (12/6/2022).


Adapun produsen AMDK yang menggunakan botol atau galon berbahan polikarbonat wajib mencantumkan label sebagai berikut:

  • Simpan di tempat bersih dan sejuk
  • Hindarkan dari matahari langsung dan benda-benda tajam
  • Pencantuman label 'berpotensi mengandung BPA' pada produk AMDK yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat.

Bahaya BPA bagi Kesehatan

Untuk diketahui, BPA bisa memicu gangguan hormon khususnya hormon estrogen yang berkaitan dengan gangguan sistem kesehatan reproduksi pria maupun wanita.

Ada pula risiko diabetes, obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal, kanker, perkembangan kesehatan mental, Autism Spectrum Disorder (ASD), hingga pemicu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Berbagai risiko itu membuat BPOM mengajak para produsen untuk memberikan informasi kepada konsumen mengenai bahan dari kemasan yang digunakan.

"Sehingga dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memberikan informasi yang benar dan jujur, Badan POM berinisiatif melakukan pengaturan pelabelan AMDK pada kemasan plastik dengan melakukan revisi Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan," jelas Penny.



Simak Video "Aktivis Lingkungan Kritisi Penggunaan Galon Sekali Pakai"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)