Jelang Lebaran, Harga Bahan Makanan di Rembang Makin Melonjak

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Minggu, 01 Mei 2022 14:02 WIB
Warga memadati Pasar Induk Rembang menjelang Lebaran, Minggu (1/5/2022).
Warga memadati Pasar Induk Rembang menjelang lebaran, Minggu (1/5/2022). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Pengunjung Pasar Induk Rembang, Jawa Tengah, membeludak sehari menjelang lebaran 2022. Warga yang berkunjung kebanyakan untuk belanja keperluan lebaran.

Dari pantauan detikJateng, Minggu (1/5/2022) siang, kondisi pasar masih penuh. Kebanyakan pembeli mengerumuni los bahan makanan dan pakaian.

Priyanto warga Desa Ngadem-Rembang yang merupakan pedagang sandal dan sepatu mengungkapkan, sejak pagi hingga siang ini kondisi pasar masih ramai.

Menurutnya, pasar ramai dikunjungi sejak pertengahan Ramadan dan semakin ramai seiring mendekati lebaran.

"Dari tadi pagi sampai sekarang masih ramai terus, alhamdulillah. Ramadan sebelumnya (tahun lalu) sepi, tahun ini ramai, meningkat 100 persen," kata Priyanto, Minggu (1/5).

Peningkatan jumlah pembeli di pasar tersebut berimbas pada naiknya harga sejumlah komoditas, terutama bahan makanan.

Berdasarkan hasil pantauan, harga sejumlah bahan makanan di Pasar Induk Rembang mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan untuk komoditas daging ayam tergolong tinggi.

Harga daging ayam jenis broiler naik dari Rp 36 ribu sekilo menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Harga daging ayam kampung yang semula Rp 80 ribu per kilogram naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram.

Selain itu, harga bumbu dapur juga mayoritas naik. Harga cabai merah keriting naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Cabai rawit naik sebesar Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu sekilo menjadi Rp 30 ribu. Adapun harga cabai hijau juga mengalami kenaikan, dari Rp 30 ribu per kilogram menjadi sekilonya Rp 35 ribu.

"Kalau bawang putih tetap, sekilo Rp 35 ribu. Bawang merah yang naik, biasanya kisaran Rp 20 ribu-Rp 25 ribu sekarang Rp 35 ribu-Rp 38 ribu," kata Ninik salah seorang pedagang sembako di Pasar Induk Rembang.

Sementara itu, membeludaknya pengunjung di Pasar Induk Rembang berimbas pada arus lalu lintas di sekitar jalan pasar. Kondisi lalu lintas di sana menjadi tersendat, diperparah lagi dengan tidak adanya lahan khusus parkir bagi kendaraan pengunjung.



Simak Video "PBB Sebut 20 Juta Orang di Afghanistan Alami Kelaparan Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)