Update Progres Proyek Bendungan Randugunting Usai Diresmikan Jokowi

Febrian Chandra - detikJateng
Sabtu, 26 Mar 2022 17:22 WIB
Bendungan Randugunting, Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Sabtu (26/3/2022).
Bendungan Randugunting, Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Sabtu (26/3/2022). Foto: Febrian Chandra/detikJateng
Blora -

Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN). Bendungan yang menelan anggaran sebesar Rp 880 miliar itudiresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 5 Januari 2022. Bagaimana kondisi Bendungan Randugunting saat ini?

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan I Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Wahyu Apriyoga, menjelaskan pada tahap pertama ini pihaknya sudah mencicil tahapan sejumlah pekerjaan, khususnya bangunan-bangunan utama bendungan yang akan diserahterimakan dari kontraktor.

"Tahap pertama kita agendakan akhir Maret ini. Pekerjaan kita ini selesai kontraknya November 2022, jadi masih ada banyak waktu," ucap Wahyu saat ditemui detikJateng di Bendungan Randugunting, Sabtu (26/3/2022).


Adapun penyerahan tahap kedua direncanakan pada November 2022 mendatang. Nantinya akan ada panel surya yang pada tahap kedua akan diserahterimakan.

"Tahap kedua nanti yang diserahterimakan bangunan fasilitas pendukung plus solar panel, ya maksimal di 7 November 2022 ini selesai kontrak kami, diserahkan dari kontraktor ke kami PHO (Provisional Hand-Over). Nanti dari masa PHO itu ada masa pemeliharaan satu tahun FHO (Final Hand Over)," terang dia.

Wahyu berharap, musim hujan kali ini Bendungan Randugunting dapat menyerap air secara maksimal demi mencapai target elevasi spill di 94,27 meter.

"Kami berharap di daerah Randugunting ini hujan terus. Jadi untuk tahapan sesudah impounding itu kan kita harus mencapai elevasi spill nanti terus diturunkan, terus kita cek untuk stabilitas bendungannya," kata dia.

Wahyu memperkirakan debit air di Bendungan Randugunting untuk elevasi saat ini 90,5 meter dengan volume sekitar 5,15 juta meter kubik.

"Kalau elevasi di 94,7 itu volumenya 8,61 juta meter kubik, tapi kalau elevasi di 96,5 itu 14,42 juta meter kubik," terang dia.

Meski begitu, keberadaan Bendungan Randugunting secara konservasi sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Manfaat lain, wisatanya juga sudah jalan. Berbeda sekali waktu di sini masih kering dengan ada airnya, udaranya sangat berbeda sekali, sekarang hawanya jadi adem," jelas Wahyu.

Sementara itu, pemanfaatan air Randugunting untuk PDAM diperkirakan baru bisa dilakukan pada 2024.

"Ini masih tahap perencanaan, kemungkinan tahun depan pengerjaan sambungan pipa. Finalnya mungkin pada 2024 baru bisa terealisasikan untuk PDAM," katanya.

Dari pengamatan detikJateng, kawasan Bendungan Randugunting saat ini ramai dikunjungi masyarakat. Tenda-tenda warung makanan kecil juga banyak berdiri di sekitar bendungan. Karang taruna setempat dilibatkan sebagai pengelola parkir.

"Ramai Mas, apalagi kalau Sabtu Minggu. Pengunjungnya tidak dari Blora saja, dari Rembang Pati juga banyak," kata Siti, salah satu pemilik warung kepada detikJateng.



Simak Video "Momen Jokowi Resmikan Bendungan Randugunting di Blora Jateng"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/dil)