Menteri ESDM Tinjau Inovasi Bensin Berbahan Sawit di Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 25 Jan 2022 13:13 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif meninjau unit mesin konversi energi bensa di PT Pura Barutama Kudus, Selasa (25/1/2022)
Menteri ESDM Arifin Tasrif meninjau unit mesin konversi energi bensa di PT Pura Barutama Kudus, Selasa (25/1/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kudus -

Sebuah perusahaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengembangkan bensa (bensin sawit) yang merupakan bahan bakar alternatif berbahan minyak kepala sawit. Inovasi ini menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

"Untuk melihat uji coba proses konversi dari IVO (Industrial Vegetable Oil) ke bensin. Jadi ide ini sudah diinisiasi lama oleh Prof Subagyo (dari ITB) dan kawan-kawan," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif saat sambutan di PT Pura Kudus, Selasa (25/1/2022).

Menurutnya konversi minyak kelapa sawit menjadi fraksi bensin merupakan salah satu upaya pencarian energi alternatif sebagai pengganti suplai berbasis minyak bumi. Produksi sawit yang dihasilkan dari unit percontohan produksi bensa adalah bahan bakar fraksi bensin berkualitas tinggi.

Menurutnya teknologi ini merupakan hasil perancangan, konstruksi, dan pengujian oleh Pusat Rekayasa Katalis, Institut Teknologi, Bandung bersama Divisi Engineering PT Pura Barutama dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit (BPDPKS).

"Nah dari skala uji coba sekarang ini 1.000 liter umpan juga dihasilkan bahan bakar bensa yang pada saat katalisnya masih segar bisa menghasilkan ruang 150, tentu saja bensin yang memiliki kualitas tinggi," ungkapnya.

Arifin mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak energi, namun hal itu belum sepenuhnya dimanfaatkan. "Indonesia sendiri kita harus berupaya supaya kita bisa mandiri di bidang apa yang menjadi kebutuhan bangsa kita. Kita punya sumber energi yang besar, sumber energi yang belum dimanfaatkan," jelas Arifin.

"Di sektor ESDM sendiri selain sektor energi kita juga memiliki mineral dan batubara. Dan ini juga menjadi satu kesempatan bagi Pura melihat potensi bagaimana kita bisa mengolah sumber daya alam ini, sehingga kita bisa menghasilkan produk yang lebih tinggi," sambung dia.

Arifin mengaku proyek tersebut masih membutuhkan waktu lama agar bisa dikomersialkan. Dia pun berharap agar nantinya di setiap daerah bisa mandiri terhadap energi.

"Tentunya bisa mengambil parameter penting menuju arah skala produksi yang komersial, sawit kita banyak, sumber IVO kita, harusnya kita bisa manfaatkan, bagaimana kita bisa membuat desa mandiri terhadap energi, bagaimana kecamatan bisa mandiri terhadap energi," terang dia.

"Tuntutan ke depan bagaimana kita membuat energi yang bersih, energi yang terbarukan, untuk itu langkah ini sudah tepat, bagaimana ini bisa melaksanakan proyek ini memiliki nilai komersial yang kompetitif," ungkap dia.

Kesempatan yang sama, Perwakilan PT Pura Group, Dandi Zulkarnain ada beberapa tahapan proses konversi energi. Pertama demetalgum yakni unit proses untuk menghilangkan getah dan pengotor logam yang masih terkandung di dalam minyak sawit. Menurutnya dengan menggunakan mesin demetalgum diperoleh hasil berupa IVO (Industrial Vegetable Oil).

Lalu melalui IVO, selanjutnya proses perengkahan di dalam reaktor yang telah diisi katalis pada temperatur tertentu. Proses ini menghasilkan crude gasoline dan gas.

"Crude gasoline ini didistilasi untuk menghasilkan bensa. Kedua proses ini dilangsungkan dalam rangkaian unit yang dinamakan mesin bensa," terangnya.

Ketiga adalah katalis yang diperlukan untuk proses reaksi tersebut dibuat menggunakan mesin produksi katalis berdasarkan formula dan kondisi tertentu. "Banyak energi yang kita lakukan, unit ini bisa menciptakan mesin kreatif, mesin kami mensupport kepada industri tertentu," sambung dia.

Bupati Kudus HM Hartopo menambahkan dengan adanya konversi energi ini diharapkan dapat membantu masyarakat. Terutama ketika terjadi kelangkaan bahan bakar.

"Bisa bisa memproduksi, harapan kami nanti tidak ada kelangkaan bahan bakar di Kabupaten Kudus, tentunya kualitas bagus dan harganya lebih terjangkau oleh masyarakat," tambah Hartopo ditemui di lokasi siang tadi.



Simak Video "Menteri ESDM Arifin Tasrif ke KPK, Bahas Apa? "
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)