Hasil uji laboratorium soal penyebab 251 orang keracunan es buah yang terjadi di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, sudah keluar. Hasilnya, es buah itu dinyatakan positif mengandung bakteri Salmonella.
"Itu hasilnya labnya positif Salmonella. Ya, dari hasil lab ini sedang kami lanjutkan kajian kami, termasuk nanti pemantauan dan pembinaan sumber penyebab keracunan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti saat dihubungi detikJateng, Selasa (27/10/2026).
"(Salmonella) Betul, bakteri, bakteri yang ada di perut atau di usus. Biasanya dari (faktor) higienis ya, higienis itu mungkin alatnya, higienis itu kan berarti kan kebersihan ya atau mungkin juga vektor-vektor itu seperti lalat, seperti itu. Nah, bisa jadi dari sana," sambungnya.
Hasil laboratorium ini, kata Lies, telah keluar pada Jumat (23/10) pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lanjutkan kajian, lanjutkan penyelidikan, sekaligus kita pembinaan, terus pengawasan dan pemantauan sumber penyebab keracunan. Iya, masih belum (buka warung es buah itu), masih kita pembinaan, pemantauan terus masih jalan," ujar Lies.
Lies menambahkan, jumlah korban terduga keracunan terdata sebanyak 251 orang.
"Kita pegang dulu itu 251 ya. Karena ada beberapa pasien yang baru-baru itu ternyata sudah pernah berobat, terus dia berobat ulang. Iya jadi kita pakainya yang angka terakhir dulu aja," kata dia.
"Iya, tidak menutup kemungkinan mungkin angkanya bisa kurang atau bisa lebih. Karena kan dari tempat-tempat berobat yang lainnya," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kecamatan Kajoran mengalami gejala keracunan usai menyantap es buah yang dibeli di Dusun Ngabean, Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran, pada Selasa (13/10) lalu.
"Saat ini yang bisa kami data untuk korban keracunan berjumlah sekitar 140-an orang. Dan ini bisa terus bertambah karena porsi yang (terjual) 300 porsi. Dan satu porsi bisa dimakan bisa lebih dari satu orang," kata Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, kepada wartawan di Polresta Magelang, Rabu (14/10).
La Ode saat itu menjelaskan, pedagang es buah itu juga ikut keracunan setelah mencicipi dagangannya sendiri.
"Kebetulan korban, apa yang pemilik warung juga itu mencicipi es buahnya juga sakit juga. Jadi masih keterangan, iya masih keterangan awal belum bisa detail. Nanti kita sampaikan lah detailnya," ujar dia.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti mengatakan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan itu sudah dikirim menuju laboratorium pada Kamis (15/10).
"Kita kirim kemarin hari Kamis. Sampai saat ini kami belum memperoleh hasilnya. Tapi, nanti hasilnya kalau ada segera kami sampaikan. (Sekitar) 3 sampai 5 hari (keluar hasilnya)," paparnya, Jumat (16/10) lalu.
