Pemilik es buah berinisial S (42) warga Kajoran, Kabupaten Magelang, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian dugaan keracunan yang dialami ratusan orang. Video permintaan maaf ini viral di media sosial.
Video tersebut salah satunya diunggah akun instagram @kotamagelang sekitar sehari lalu. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang laki-laki yang memakai kopiah dan baju warna putih menyampaikan permintaan maaf.
Pemilik es buah itu menyampaikan permohonan maaf sambil meneteskan air mata. Kata-katanya terdengar lirih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya selaku pemilik es joss doang memohon maaf kepada seluruh korban dan keluarga korban. Semoga diberi ketabahan dan kesabaran. Tidak ada niat sedikitpun dalam hati saya untuk meracuni atau bagaimana. Saya sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh korban, keluarga korban. Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh," kata pemilik es buah S dalam video seperti dilihat detikJateng, Sabtu (17/10/2026).
Terkait dengan video tersebut, Kepala Desa Sidowangi, Muji Subagyo, mengatakan ia telah menemui penjual es tersebut untuk memastikan video tersebut. Ia menyebut penjual es merasa bersalah hingga akhirnya meminta maaf.
"Iya (Pak S). Itu (video) sempat ndak tahu kok (ada permintaan maaf). Lho saya kok lihat, intinya iya (permintaan maaf). Itu (video) yang buat anak'e," kata Muji saat dihubungi detikJateng, Sabtu (17/10/2026).
"Iya, jadi beban, mungkin merasa beban atau apa, merasa bersalah. Akhirnya saya tanya tadi malam, nggih yang buat anake wedok itu karena merasa berdosa atau merasa bersalah atau bagaimanalah saya kurang tahu persis. Wong sing buat ndak komunikasi dengan saya," sambungnya.
Penjual Es Sempat Dibawa ke RS
Muji mengatakan, ada sekitar 6 atau 7 orang warga Sidowangi yang turut terdampak keracunan, termasuk S si pemilik warung es buah. Yang bersangkutan setelah produksi lalu mencicipi, dia sempat dilarikan juga ke RSUD Merah Putih.
"Kalau ndak 6 atau 7 itu termasuk pemilik esnya itu. Iya, Pak S itu juga kena, wong ngicipi. Orang tuanya (bapaknya S) kan kerjanya nebang-nebang kayu terus pulang ngelak (haus) belok minum ya ikut kena," ujarnya.
"Pak S saya bawa ke Rumah Sakit Merah Putih pas hari Rabu malam, bisa pulang karena memang kondisinya sudah membaik. Nek (kalau) bapaknya yang nginap di sana (rawat inap)," tambah dia.
Atas kejadian dugaan keracunan tersebut, Muji yang mewakili keluarga S berharap semoga kejadian ini segera selesai dengan baik.
"Bisa diselesaikan dengan baik dan semoga keluarga yang mendapatkan musibah terutama terkait minum es semoga bisa sembuh dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Itu saja harapan kami dan semua bisa berakhir dengan baik," pintanya.
Sebagaimana diketahui, ratusan warga dilarikan menuju puskesmas terus dirujuk berbagai rumah sakit di Magelang pada Rabu (14/10). Diduga ratusan warga keracunan es buah yang dibeli daerah Sidowangi, Kecamatan Kajoran.
Ratusan korban pun dirujuk menuju ke RSUD Merah Putih, RSUD Muntilan dan RSUD Bukit Menoreh Salaman. Ada juga yang dirawat di RSUD Candi Umbul Grabag.
