Penyidik Polresta Magelang telah memeriksa lima orang saksi dalam mengusut kasus keracunan massal diduga akibat es buah di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Polisi kini masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari laboratorium.
"Saksi sudah 5 orang yang dimintai keterangan. Pemeriksaan selanjutnya menunggu hasil laboratorium," kata Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah saat dihubungi detikJateng melalui pesan singkat, Sabtu (17/10/2026).
"Pemasok bahan-bahan (es buah) sudah dikantongi (identitasnya)," tambahnya.
Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Muntilan dr Yuniar mengatakan pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Muntilan masih ada 27 orang.
"Ada 1 kemarin pasien dewasa (boleh pulang). (Ada 27 pasien masih rawat inap, kondisinya) Sudah membaik," kata Yuniar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, ratusan warga Kecamatan Kajoran itu mengalami gejala keracunan usai menyantap es buah yang dibeli di Dusun Ngabean, Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran pada Selasa (13/10) lalu.
Diberitakan sebelumnya, jumlah korban dugaan keracunan es buah di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, bertambah menjadi 251 orang. Selain itu, 86 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Updating untuk hari ini per jam 09.00 WIB, data yang masuk ke Dinas Kesehatan jumlah pasien itu 251. Dan yang dirujuk atau di rumah sakit 195 diobservasi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti, kepada wartawan di kantornya Jalan Soekarno Hatta No 47 Sawitan, Jumat (16/10/2026).
"Jumlah rawat inap di Merah Putih ada 55, Muntilan 28, Bukit Menoreh 2 dan Candi Umbul 1. Ada 86 pasien," sambungnya.
Lies menuturkan, pihaknya masih menyiagakan posko di Puskesmas Kajoran 1 dan Kajoran 2.
"Dan posko di Puskesmas Kajoran 1 dan Kajoran 2 masih tetap kita siapkan dengan tenaga kesehatan. Yang kita sediakan dari beberapa Puskesmas untuk membantu posko di Kajoran 1 dan Kajoran 2," terangnya.
Lies melanjutkan, 195 korban yang diobservasi tersebut dibawa ke sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Merah Putih, RSUD Muntilan, RSUD Bukit Menoreh Salaman dan RSUD Candi Umbul Grabag.
"Ini di tiga rumah sakit (Merah Putih, Muntilan, Menoreh) dan terakhir tadi itu dari Candi Umbul. Ini ada tambahan satu pasien yang dirawat inap di RSUD Candi Umbul," ujar Lies.
Lies menambahkan, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab lebih dari 200 orang keracunan sudah dikirim menuju Laboratorium pada Kamis (15/10).
"Kita kirim kemarin hari Kamis. Sampai saat ini kami belum memperoleh hasilnya. Tapi, nanti hasilnya kalau ada segera kami sampaikan. (Sekitar) 3 sampai 5 hari (keluar hasilnya)," paparnya.
