Pria Brebes Ngaku Mutilasi Bapak, Polisi Periksa 7 Saksi

Pria Brebes Ngaku Mutilasi Bapak, Polisi Periksa 7 Saksi

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 24 Okt 2026 22:00 WIB
Rumah HS di komplek perumahan Desa Kemukten.
Rumah di kompleks perumahan Desa Kemukten, Brebes, diduga TKP anak membunuh dan memutilasi ayahnya. Foto: dok. detikJateng
Solo -

Pengakuan HS (24), pemuda di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes, yang mengaku sudah membunuh, memutilasi, dan merebus potongan jasad ayahnya masih terus diselidiki. Kepolisian memeriksa 7 orang saksi, termasuk tetap menggali keterangan dari terduga pelaku.

"Sudah ada 7 orang yang dimintai keterangannya. Untuk itu bila ada info apapun dari masyarakat terkait HS mohon diteruskan pada kami," kata Kapolres Brebes, AKBP Ali Akbar, ditemui di Mapolres Brebes, Jumat (23/10/2026).

Ali mengungkapkan, selama pemeriksaan, HS selalu memberikan jawaban yang konsisten dan tidak berbelit-belit. Karena itu, pihaknya belum berencana melakukan tes kejiwaan terhadapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti pelaku akan diperiksa dokter psikologis. Tapi keterangan pelaku masih konsisten tidak berbelit-belit, koperatif," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Temukan Sampel Darah

Selain itu, Ali menuturkan bahwa kepolisian menemukan sampel darah di rumah HS.

"Dari labfor (laboratorium forensik) sudah ambil sampel darah, nanti akan kita cocokkan dengan korban," kata dia.

Dikatakan Kapolres, sampel darah tersebut ditemukan di dua TKP berbeda. Satu di rumah lama, dan satu lagi di kompleks perumahan.

"Sampel berasal dari dua lokasi. Ini masih proses pemeriksaan nanti dicek apakah identik dengan korban," tambah Ali.

Sebelumnya, HS mendatangi kantor polisi dan membuat pengakuan mengejutkan pada Kamis (15/10). Ia mengaku sudah memutilasi bahkan merebus jasad ayahnya untuk menghilangkan jejak.

Kini, polisi menyelidiki pengakuan itu. Polisi terkendala dengan minimnya alat bukti untuk memastikan pengakuan HS.

"Mungkin karena sudah empat bulan, jadi sudah lama. Belum ditemukan alat bukti yang kuat," ujar Kanit Reskim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, Kamis (22/10).

"Pengakuannya, ayah dia dibunuh dan dipotong 10 bagian. Potongan direbus 2 hari hingga hancur dan dibuang ke sungai Kluwut yang menuju ke laut. Tulangnya dibakar hingga menjadi abu," ujar Heri.

Heri juga menyebut kondisi kejiwaan HS belum diperiksa karena HS belum berstatus tersangka.

"Statusnya bukan ditahan, dia menyerahkan diri dan dibawa ke Polres untuk mengamankan diri. Sampai hari ini belum ada tes kejiwaan," sambungnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads