Komedian Nunung mengeluhkan warung makannya yang berada di perbatasan Solo-Boyolali yang kini sepi. Dia mengaitkan kondisi warungnya yang sepi itu dengan temuan tanah kuburan yang diduga dilemparkan oleh orang tak dikenal di sekitar warungnya.
Penemuan tanah kuburan yang dibungkus plastik itu tidak hanya sekali namun hingga tiga kali dalam waktu yang berbeda. Warungnya yang semula ramai itu mendadak sepi setelah kejadian itu.
Misteri teror pelemparan tanah kuburan di warung makan milik pesohor itu menjadi salah satu berita paling populer di detikJateng selama sepekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita Nunung
Nunung menceritakan menceritakan tanah kuburan itu ditemukan di tempat parkir hingga di joglo warungnya.
"Tanah kuburan. Itu berkali-kali seperti ini. Nah, nih. Ya sembarang aja, pokoknya gak tahu dilempar atau apa, aku gak ngerti. Pokoknya di halaman parkiran sama mau masuk halaman joglo warung," kata Nunung seperti dilansir detikHot, Senin (5/10/2026).
Komedian bernama asli Tri Retno Prayudati itu awalnya tidak percaya hal mistis seperti itu. Dia hanya meminta keluarganya yang mengelola warung itu untuk meningkatkan pelayanannya agar warung kembali ramai.
Namun, dia akhirnya menemukan pola yang cukup aneh. Warungnya selalu sepi saat tanah kuburan itu baru ditemukan. Kemudian, warungnya akan kembali ramai saat tanah misterius itu dibuang.
Dia juga sering ditanya pelanggan kenapa warungnya tutup. Padahal, kenyataannya, warung makannya itu selalu buka.
"Banyak sekali langganan bilang ke adik saya, menanyakan kenapa warung tutup terus, padahal gak pernah tutup. Pernah juga ada tiga mobil datang sudah mau parkir dan sudah diarahkan tukang parkir, tapi tiba-tiba putar balik. Padahal itu terjadi beberapa kali," terang Nunung.
Ditemukan 3 Kali
Seorang juru parkir (jukir) bernama Bagyo mengaku menemukan tiga bungkusan misterius berisi tanah yang disinyalir merupakan tanah kuburan di area warung tersebut.
Temuan mencurigakan itu dialami Bagyo sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Bungkusan-bungkusan tersebut tergeletak berserakan di beberapa titik lokasi berbeda, mulai dari area parkir, dekat tiang listrik, hingga akses jalan menuju rumah makan.
"Di sini itu menemukan tiga kali," kata Bagyo saat ditemui detikJateng, Selasa (6/10/2026).
Bagyo menceritakan, bungkusan plastik tersebut ditemukan di area sekitar tempat usaha Nunung. Ia pun membeberkan titik-titik lokasi di mana benda misterius itu diletakkan.
"Pertama di sini (menunjuk lokasi parkir), kedua di sana dekat tiang listrik, dan ketiga di sana (jalan)," tuturnya sembari menunjuk.
Meski tidak dapat memastikan secara pasti jenis tanah di dalamnya, Bagyo menyebut wujud benda tersebut dibungkus rapi secara berlapis.
"Tanah kuburan apa tanah apa enggak tahu, dibungkus plastik," ujarnya.
Menurut Bagyo, bungkusan itu diduga sengaja dilempar oleh orang tak dikenal ke area warung. Tak ingin ambil pusing, ia memilih langsung membereskan dan memusnahkan setiap bungkusan yang ditemukannya.
"Ya ada sebulan tiga kali, bentuknya itu dibungkus kayak teh ini. Dibungkus styrofoam. Tapi dibungkus lagi plastik. Tak bakar aja, Mbak," ungkapnya.
Nunung Gelar Pengajian
Warung makan milik komedian Nunung Srimulat di perbatasan Solo-Boyolali sempat mengalami penurunan omzet secara drastis seusai diterpa isu mistis terkait temuan bungkusan diduga tanah kuburan. Guna mengatasi hal tersebut, pihak keluarga Nunung menggelar pengajian dan khataman Al-Qur'an di lokasi usaha mereka.
Adik Nunung, Danar Adi, mengonfirmasi langkah spiritual yang diambil keluarga untuk memulihkan suasana tempat usaha bernama SongOseng by Mami Nunung tersebut.
"Kemarin Mbak Nunung menggelar pengajian, manggil ustaz. Ustaznya Mbak Nunung sendiri ke sini sama santrinya. Terus khataman Al-Qur'an di sini. Ya ini alhamdulillah sudah agak lumayan iki. Balik lagi, tapi gitu itu kan orang, orang misalnya orang itu benar ada orang ingin berbuat jelek," kata adik Nunung, Danar Adi ditemui di warung SongOseng by Mami Nunung di Perumahan Griya Mutiara, Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Selasa (6/10/2026).
Danar menduga ada pihak tertentu yang berniat buruk untuk merusak kelangsungan bisnis sang kakak.
"Itu kan kalau tujuannya apa toh, tujuannya mereka bikin bangkrut toh, Mbak. Tapi nanti kalau melihat kok nggak bangkrut-bangkrut gitu ya menyerang terus dia," katanya.
Adik Nunung, Nunik memperlihatkan bungkusan yang diduga tanah kuburan di warungnya, Kamis (8/10/2026) Foto: Tara Wahyu/detikJateng |
Padahal, warung yang baru satu tahun berpindah lokasi ke area strategis sekitar pabrik dan pemukiman ini awalnya terbilang sangat ramai pengunjung.
"Kalau pertamanya dulu kan ramai warungnya Mbak Nunung, pelanggannya juga sudah banyak. Terus tahu-tahu kok menurun, menurun, menurun, sepi. Katanya ditemukan tanah dibungkus plastik, gitu," ungkapnya.
Di samping dugaan gangguan gaib, Danar tak menampik adanya faktor logis lain yang memicu berkurangnya jumlah pembeli, seperti jarak tempuh dari lokasi warung yang lama di kawasan Purwosari.
"Kalau sana kan orang-orang kantoran, jam makan siang mesti ramai. Mungkin sekarang pertimbangannya dari Slamet Riyadi mau ke sini, dari Laweyan mau ke sini kan ngitung waktunya juga," jelasnya.
Meski demikian, dampak dari ditemukannya bungkusan tanah misterius pada Agustus 2026 lalu tetap memberikan pukulan yang cukup signifikan terhadap tingkat kunjungan pelanggan.
"Puncak-puncaknya sekitar Agustus itu. Benar-benar itu wis bener (sepi)," ujarnya.
Saran Pakar Budaya Jawa
eluhan komedian Nunung Srimulat mengenai bisnis kuliner SongOseng miliknya yang sepi usai diteror temuan tanah kuburan mendapat tanggapan dari akademisi. Kepala Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Sahid Teguh Widodo, memberikan pandangannya terkait tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa mengenai fenomena tersebut.
"Memang inilah, secara umum masyarakat kita Jawa itu kan masih mengenal gugon tuhon," katanya dihubungi detikJateng, Rabu (7/10/2026).
Sahid memaparkan bahwa gugon tuhon merupakan bentuk kepercayaan masyarakat Jawa terhadap pantangan maupun hal-hal mistis yang dianggap mampu membawa kesialan. Dalam budaya Jawa, area pemakaman sendiri merupakan salah satu tempat yang dipandang sakral.
Kendati demikian, Sahid pribadi mengaku tidak percaya bahwa tanah makam secara otomatis bisa mematikan usaha seseorang. Namun, ia menyadari bahwa dampak psikologis dan rasa tidak nyaman dapat muncul bagi pihak yang memercayainya.
"Kita tidak menutup mata, barangkali ada. Saya sendiri tidak percaya. Tapi bagi orang yang berkenaan itu kan merasa tidak nyaman," tuturnya.
Guna menyikapi teror mistis seperti yang dialami Nunung, Sahid mengimbau agar korban tidak perlu merasa paranoid atau terlalu memikirkannya. Benda-benda mencurigakan tersebut cukup dibuang agar aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan normal.
"Menurut saya ya dikirimi begitu ya buang saja, tidak usah digagas," katanya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pihak yang merasa terganggu lebih memperkuat sisi spiritual serta mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai wujud perlindungan diri terbaik.
"Pertama saya tidak percaya, yang kedua, ya sudah, tanahmu ini saya kembalikan. Intinya semua dikembalikan kepada Tuhan," tuturnya.
Ia pun berpesan agar korban tetap merespons kejadian ini dengan bijak dan tenang tanpa harus membalas dengan tindakan yang memicu konflik baru.
"Ya sudah tidak apa-apa, guna-gunanya saya kembalikan, yang penting saya sekarang bismillah dan minta izin Allah," katanya.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Prabowo Rombak Kabinet-Indonesia Vs Thailand di Final"
[Gambas:Video 20detik] (ahr/ahr)

