Horor Hewan Buas Intai Permukiman Saat Gunung Lawu Terbakar

Horor Hewan Buas Intai Permukiman Saat Gunung Lawu Terbakar

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 22 Okt 2026 06:30 WIB
Lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10/2026).
Lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Kebakaran yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu tidak saja menghanguskan pohon serta vegetasi setempat. Sejumlah hewan buas juga turun dan memangsa ternak milik warga.

Seperti yang dialami warga di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu. Lima ekor kambing masyarakat setempat mati diduga dimangsa macan.

"Pokoknya ada ternak yang mati, entah diserang macan atau apa, pokoknya mati. Ada gigitan. Ada lima kambing, di dalam kandang semua," kata Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, saat dihubungi detikJateng, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada Bekas Gigitan

Eko mengungkapkan pihaknya belum tahu jenis hewan apa yang memangsa kambing warga. Namun, ditemukan bekas gigitan pada bangkai kambing itu.

ADVERTISEMENT

"Diindikasi mungkin di atas kan kebakaran, mungkin ada hewan yang stres turun terus mengamuk. Tidak dimakan, cuma dibunuh saja," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Tengklik, Paidin, menuturkan kambing-kambing itu dibunuh pada Rabu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan keterangan pemilik kandang, diduga hewan buas yang menyerang sejenis macan.

"Tadi malam sekitar jam 01.00, yang punya rumah tahu kalau ada macan. Kemungkinan (Macan Lawu turun gunung), tapi persisnya kami juga tidak tahu,"kata Paidin.

Dia mengatakan, lima ekor kambing yang diserang milik dua orang warga Desanya. Satu orang memiliki empat ekor kambing yang diserang, sementara satu kambing milik satu warga yang lain.

Dari warga yang memiliki satu kambing itu, mengetahui jika kambingnya diserang pada pukul 01.00 WIB. Sementara empat ekor kambing di kandang yang mati baru ketahuan pagi ini, saat mau diberi pakan.

"Tapi kemungkinan dari situ (serangan pukul 01.00 WIB). Yang kambing empat baru tahu tadi pagi. Kan ada dua orang yang punya, yang satu orang punya satu, yang satu orang punya empat," jelasnya.

Dia menjelaskan, dari empat ekor kambing milik warga itu, tiga kambing masih di kandang, sementara satu kambing hilang.

"Yang empat tahunya pagi mau dikasih pakan, ternyata 3 itu masih di lokasi sudah mati, tapi yang satu di bawah macannya. Mengalami luka di leher, seperti luka gigitan," terangnya.

BKSDA Turun Tangan

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menyatakan tengah menyelidiki kasus tersebut.

"Belum dipastikan satwa liar apa yang menggigit kambing, karena tidak ada orang yang melihat secara langsung. Diduga itu satwa liar, tapi belum bisa dipastikan karena tidak ada yang mengetahui langsung," kata Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah, Sudadi.

Dikatakan Sudadi, BKSDA tidak bisa langsung menyatakan jenis hewan yang menyerang kambing berdasarkan luka gigitannya. Investigasi juga harus diperkuat bukti lain, seperti jejak kaki si predator, atau kesaksian langsung orang yang melihat.

Sudadi menerangkan, sebenarnya di sekitar TKP ditemukan jejak kaki. Namun, karena tanahnya kering, tidak bisa diidentifikasi jejak kaki hewan apa.

"Kalau ada bekas kaki bisa diidentifikasi. Kalau gigitan belum berani menentukan satwa liar apa," ucapnya.

Bersama dengan Forkopimcam Tawangmangu, BKSDA mengimbau masyarakat untuk memperkuat kandang, menambah lampu penerangan, hingga ronda malam. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Saat disinggung serangan satwa liar ini apakah dampak dari Karhutla di Lereng Lawu, dia masih melakukan pendalaman. Namun BKSDA sudah menyiapkan tim apabila ada satwa liar yang turun ke pemukiman.

"Dampak kebakaran terhadap satwa tentu perlu dikaji terlebih dahulu. Sampai saat ini, kami belum menerima laporan dari masyarakat maupun pihak lain mengenai satwa liar yang turun dari kawasan hutan," pungkasnya.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads