Seorang perempuan berinisial EMS (25) yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, ditemukan tergeletak di areal persawahan Desa Nangsri, Manisrenggo, Klaten dengan kondisi terluka parah. Diduga, dia menjadi korban penganiayaan.
Kapolsek Manisrenggo, AKP Sarwoko, berkata pihaknya menerima laporan adanya wanita tergeletak di jalanan pada Rabu (21/10) sekitar pukul 05.00 WIB. Anggota yang mendapat laporan lantas menuju TKP.
"Piket Polsek kemudian mendatangi TKP dan mendapati korban EMS, warga Surabaya mengalami luka-luka. Anggota Polsek langsung membawa korban ke RS Bhayangkara Yogyakarta," tutur Sarwoko ditemui di kantor Desa Nangsri, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ngaku Jalan dengan Pria
Berdasarkan pemeriksaan, EMS menderita luka-luka di di pipi, dahi, luka terbuka dahi kanan dan kiri serta di kepala belakang. Selain itu, korban juga mengaku membawa motor.
"Dia mengaku membawa sepeda motor. Beberapa saat kami melakukan pencarian, menemukan motornya di persawahan juga tapi beda lokasi dengan ditemukannya korban," papar Sarwoko.
"Kami menemukan motornya di persawahan juga. Tapi jarak ditemukannya motor dengan TKP ditemukannya korban sekitar satu kilometer," lanjutnya.
Sarwoko melanjutkan, polisi menyelidiki adanya dugaan penganiayaan pada kasus tersebut. Pasalnya, korban mengaku ke lokasi berdua dengan seorang pria. Namun, keterangan itu belum bisa dikorek secara mendalam mengingat kondisi korban.
"Informasinya berdua tapi karena korban masih sakit belum bisa dimintai keterangan detail. Jika nanti sudah membaik baru bisa lebih jelas," ucap Sarwoko.
"Polsek dan Resmob Polresta masih melakukan penyelidikan. Yang jelas ada dugaan penganiayaannya," imbuhnya.
Korban Sempat Dikira Sampah
Sementara saksi yang menemukan korban, Suyanto (56), mengungkapkan awalnya dia melintasi lokasi untuk mengantarkan kudapan atau snack. Di tengah kondisi yang masih gelap, dia melihat benda mencurigakan.
"Saya lewat jalan tengah sawah sehabis mengantar snack. Ada hitam-hitam di tengah jalan, saya kira sampah atau apa," tuturnya ditemui di lokasi.
"Begitu saya dekati ternyata perempuan terluka posisinya miring. Saya pikir tadinya orang gila, tapi setelah ada darah dan sandal saya lapor perangkat desa," kata Suyanto.
Menurut Suyanto, saat ditemukannya korban hanya diam tapi di bagian kepala basah menyerupai darah karena masih gelap. Setelah melihat itu dirinya langsung lapor tidak berani menyentuh.
"Setelah terang ternyata banyak darah, pakaiannya seperti kulot dan kaos apa ya. Begitu lihat saya lapor tidak berani menyentuh," tutur Suyanto.
Suyanto menuturkan, jarak lokasi dengan kampung sekitar 500 meter. Jalan itu merupakan jalan penghubung antara Desa Joho dan Nangsri.
"Jalan penghubung antardesa, Nangsri dan Joho. Tapi memang sepi saat malam hari, tidak banyak orang lewat," imbuh Suyanto.
Adapun Kapolsek Manisrenggo, AKP Sarwoko, menjelaskan korban tidak membawa identitas atau HP. Setelah dikoordinasikan dengan INAFIS ternyata warga Surabaya.
"Setelah dicek iden ternyata warga Surabaya. Tapi ibunya katanya di Yogyakarta," jelas Sarwoko.
