Waduk Gembong Pati Setop Aliri Sawah gegara Debit Air Menyusut Drastis

Waduk Gembong Pati Setop Aliri Sawah gegara Debit Air Menyusut Drastis

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 15 Okt 2026 15:53 WIB
Penampakan Waduk Seloromo di Gembong, Pati, yang airnya surut buntut kemarau, Kamis (15/10/2026).
Penampakan Waduk Seloromo di Gembong, Pati, yang airnya surut buntut kemarau, Kamis (15/10/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Debit air di Waduk Seloromo Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati menyusut signifikan hingga lebih dari batas minimal yang ditentukan. Karena itu, pihak operator menyatakan terpaksa menyetop pengiriman air ke ribuan sawah petani per awal bulan ini.

"Untuk kondisi waduk sekarang ini volume air tinggal 200 ribu meter kubik. Dari kapasitas 9 juta meter kubik," kata operator Waduk Seloromo Gembong, Pati, Susanto ditemui di lokasi, Kamis (15/10/2026).

Pantauan detikJateng di lokasi, waduk yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda ini airnya tinggal sedikit. Terutama di bagian dasar waduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya air memenuhi bahkan sampai tepi waduk. Kini waduk seperti tanah yang tandus karena airnya berkurang banyak.

ADVERTISEMENT

Susanto menjelaskan, pihaknya telah menghentikan pengiriman air ke sawah para petani. Ia mengungkapkan suplai air terakhir dari waduk terjadi per 6 Oktober lalu. Setelah itu, pintu waduk tidak dibuka untuk mengairi sawah.

"Sudah tidak ada penggelontoran air ke pertanian lagi. Terakhir dilakukan penggelontoran air pada 6 Oktober 2026," jelasnya.

Kondisi ini disebutkan karena debit air yang jauh berkurang daripada biasanya. Susanto berujar, cadangan air minimal 500 ribu meter kubik. Namun, kini tinggal 200 meter kubik setelah ada permintaan pengairan ke sawah petani.

"Untuk pembahasan tanggul minimal 500 ribu meter kubik. Kemarin ada permintaan petani untuk mengairi supaya padi bisa dipanen, sehingga debit air berkurang menjadi 200 ribu meter kubik," jelasnya.

"Kondisi seperti ini dulu tahun 2022 kejadian seperti ini dan kejadian lebih parah pada tahun 2022 akhir. (Waktu) Itu pembasahan di dasar waduk tinggal 150 ribu meter kubik," jelasnya.

Ia menuturkan, debit air di waduk bisa terus berkurang bila tidak segera turun hujan. Susanto khawatir kekeringan ini akan mengancam kondisi kerusakan pada waduk.

"Untuk perkiraan akan ada penguapan air, jadi volume terus berkurang, dan diperkirakan akan menjadi 150 ribu meter kubik lah," jelasnya.

"Permintaan (penggelontoran air) dari petani ada, tapi kami setop, karena untuk menjaga kondisi keamanan waduk itu sendiri," jelasnya.

Susanto menambahkan waduk ini mampu mengaliri 5 kecamatan, meliputi Gembong, Margorejo, Pati, Tlogowungu, dan Wedarijaksa.

"Untuk daerah dialiri waduk ini 4.600 hektare areal persawahan," pungkas dia.



(apu/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads