Mantan Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Adnan Meninggal Dunia

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 08 Okt 2026 10:22 WIB
Kabar lelayu Ketua PWNU Jateng periode 2003-2013, KH Muhammad Adnan. Diunggah Kamis (8/10/2026). Foto: dok. PWNU Jateng
Semarang -

Mantan Ketua PWNU Jawa Tengah (Jateng) periode 2003-2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A meninggal dunia pada usia 66 tahun. Almarhum juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip).

"Kami keluarga besar NU Jateng merasa kehilangan atas wafatnya almarhum al-maghfurlah," kata Rais Syuriyah PWNU Jateng, Ubaidillah, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan, almarhum meninggal pada Rabu (7/10) malam di ruang ICU RS Samsoe Hidajat. Almarhum akan disemayamkan di kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan, Jalan Mulawarman Timur RT 03/RW 02, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

"Rencana akan dimakamkan pagi ini jam 10.00 WIB. Mohon doanya kami dapat meneruskan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan, baik ketika berada di jajaran PWNU Jawa Tengah, maupun ketika almarhum mengemban amanat sebagai pengasuh pondok pesantren Kebangsaan Semarang," tuturnya.

Ia berharap, keturunan almarhum yang ditinggalkan dapat meneruskan perjuangan almarhum, khususnya di bidang keilmuan dan kemasyarakatan.

"Beliau jadi Pj Ketua PWNU Jateng, meneruskan kepemimpinan KH Achmad, karena KH Achmad waktu itu terpilih menjadi Wakil Gubernur Jateng, kemudian terpilih menjadi Ketua ketika Konferensi tahun 2003 dan konferensi tahun 2008. Semoga semua itu menjadi amal sholeh yang dikabulkan oleh Allah SWT," tuturnya.

Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhum. Menurutnya, civitas akademika Undip sangat kehilangan dengan wafatnya almarhum.

"Pak Dr. Kiai Haji Muhammad Hannan M.A. adalah seorang ilmuwan yang lengkap, dosen yang sangat kompeten karena beliau tidak hanya ahli ilmu pemerintahan, ilmu politik tetapi beliau adalah ahli agama," ucapnya melalui pesan suara kepada detikJateng.

"Beliau adalah kiai, beliau adalah panutan bagi seluruh keluarga besar FISIP Undip khususnya. Kiprah beliau di tingkat nasional dan Jawa Tengah sangat besar," lanjutnya.

Ia mengatakan, selain pernah menjadi Ketua PWNU Jateng dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, semasa hidupnya, mendiang sangat aktif di dalam membina para generasi muda, khususnya para mahasiswa.

"Bahkan ketika beliau sudah purna, tetap semangat, tetap bermanfaat dengan menjadi dosen aktif di Undip. Jadi kita sangat kehilangan dengan figur beliau. Beliau adalah panutan, tokoh, sekaligus menjadi figur bagi kita semua di Undip. Semoga beliau husnul khatimah," harapnya.



Simak Video "Menyebrangi Marine Bridge yang Menantang dengan Keamanan Terjamin di Semarang"

(apu/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork