Ketua PWNU Jawa Tengah (Jateng) periode 2003-2013 sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A, meninggal hari ini di usia 66 tahun. Sejumlah tokoh mengenangnya sebagai ilmuwan yang lengkap hingga guru spiritual
"Pak Dr. Kiai Haji Muhammad Adnan M.A. adalah seorang ilmuwan yang lengkap, dosen yang sangat kompeten karena beliau tidak hanya ahli ilmu pemerintahan, ilmu politik tetapi beliau adalah ahli agama," kata Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, melalui pesan suara kepada detikJateng, Kamis (8/10/2026).
"Beliau adalah kiai, beliau adalah panutan bagi seluruh keluarga besar FISIP Undip khususnya. Kiprah beliau di tingkat nasional dan Jawa Tengah sangat besar," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh mengatakan, almarhum pernah menjadi ketua PWNU Jateng dua periode dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan. Semasa hidupnya, mendiang disebut sangat aktif di dalam membina para generasi muda, khususnya para mahasiswa.
"Bahkan ketika beliau sudah purna, tetap semangat, tetap bermanfaat dengan menjadi dosen aktif di Undip. Jadi kita sangat kehilangan dengan figur beliau. Beliau adalah panutan, tokoh, sekaligus menjadi figur bagi kita semua di Undip. Semoga beliau husnul khatimah," harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang periode 2016-2022, Hendrar Prihadi yang merupakan lulusan magister Manajemen Universitas Diponegoro tahun 2002, juga mengenang sosok almarhum sebagai dosen serta guru spiritualnya.
"Pak Adnan tidak hanya sebagai guru spiritual, tapi beliau adalah guru dalam arti sebenarnya, sebagai dosen kami," kata Hendi melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Ia menyebut, almarhum dulunya sempat menjadi dosen penguji disertasinya. Bahkan, Hendi juga mengaku kerap berdiskusi dengan almarhum terkait situasi politik.
"Bahkan kami sering berdiskusi terkait situasi sosial politik. Semoga beliau husnul khotimah, semua perbuatan baik beliau diterima sebagai amal pahala," tuturnya.
Diketahui, KH Muhammad Adnan, M.A meninggal dunia pada Rabu (7/10) malam di ruang ICU RS Samsoe Hidajat. Almarhum akan disemayamkan di kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan, Jalan Mulawarman Timur RT 03/RW 02, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang pukul 10.00 WIB.
