Warga Alami Gangguan Pernapasan Imbas Asap Kebakaran TPA Jatibarang

Warga Alami Gangguan Pernapasan Imbas Asap Kebakaran TPA Jatibarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 04 Okt 2026 15:25 WIB
Suasana warga Kelurahan Kedungpane RT 07 RW 03, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (4/10/2026).
Suasana warga Kelurahan Kedungpane RT 07 RW 03, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (4/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sebanyak 15 warga RT 07 RW 03, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, mengeluhkan gangguan pernapasan usai permukiman mereka terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang. Para warga mengeluhkan batuk dan sesak napas yang parah.

"Di tempat kami sudah mengajukan ada 15 warga yang terdampak dari kejadian ini, mengalami ISPA. Jadi sesak napas dan terbatuk-batuk," kata Ketua RT 07 RW 03, Hartanto saat ditemui detikJateng, Minggu (4/10/2026).

Pantauan detikJateng di RT 07 RW 03 Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, asap kebakaran TPA Jatibarang masih terlihat sedikit. Bau asap bercampur sampah juga masih cukup menyengat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa warga tampak tengah melakukan kerja bakti. Para ibu-ibu tengah menjemur pakaian sambil sesekali terbatuk-batuk akibat asap kebakaran.

ADVERTISEMENT

Menurut Hartanto, warga mengeluhkan sesak napas dan batuk setelah asap dari kawasan TPA Jatibarang masuk ke permukiman. Menurutnya, arah angin membuat asap dari TPA menuju RW 02 dan RW 03.

"Karena ini kejadian luar biasa, kemarin saya sudah ngomong ke Pak Lurah bahwa angin itu bertiup dari TPA ke sini, makanya saya usuk minta untuk pengobatan, penyediaan masker," ujarnya.

Hartanto mengatakan, pihak kelurahan akhirnya telah menyalurkan masker kepada warga. Selain itu, posko kesehatan juga disediakan untuk warga yang mengalami keluhan akibat asap.

"Tapi poskonya di RW 4 yang dekat TPA. Seharusnya yang kami inginkan, posko itu bukan harus di RW 4 karena dampak (asap) itu di RW 3. Posko itu ada di RW 2 dan RW 3 harusnya," katanya.

"Jadi kita tidak jauh-jauh harus ke sana. Karena dampak dari asap itu tidak mengenai di RW 4, malah ke sini, ke RW 3 sama Gunungpati khususnya," jelasnya.

Salah seorang warga yang tengah menyapu rumahnya, Indah Astuningtuti (55), juga mengaku mengalami sesak napas setelah asap kebakaran TPA Jatibarang masuk ke permukiman.

"Sesak, sampai nggak pernah keluar rumah. Kalau keluar gampang (kena) asap," kata Indah kepada detikJateng.

"Ini juga abunya masuk ke rumah, saya sapu berkali-kali juga tetap ada lagi. Jadi bikin rumah kotor dan bau," lanjut Indah.

Indah mengatakan, asap kebakaran dari TPA itu paling terasa pada Kamis dan Jumat setelah kebakaran terjadi pada Rabu (30/9) malam. Pada pagi hari, asap disebut menyerupai kabut yang membuat jarak pandang warga terbatas.

"Kamis Jumat itu parah sampai berkabut, dikirain mendung padahal itu asap," ujarnya.

Selain sesak, Indah mengaku mengalami batuk dan pusing. Dia bahkam sempat mempertimbangkan untuk memeriksakan diri, tetapi memilih beristirahat di rumah dan memperbanyak minum air hangat.

"Sampai sesak kemarin awal-awal mau ke periksa, tapi udah saya biarin dulu. Saya minum air putih banyak aja yang hangat. Sampai batuk-batuk itu. Pusing kepala saya," tuturnya.

"Kami terdampak sekali. Di baju kalau kita jemur itu bau semua. Di napas terasa sesak, dada tuh kayak ampek gitu loh," imbuhnya sambil terbatuk.

Indah pun berharap, penanganan kebakaran TPA Jatibarang bisa segera benar-benar selesai agar warga dapat kembali beraktivitas tanpa terganggu asap.

"Berharapnya semuanya selesai, biar kesehatan kita kan juga enak. Bernapas tuh enggak ada kayak sumbatan gitu loh. Napasnya enggak bisa los," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengungkapkan, berdasarkan laporan BPBD per hari ini, terdapat 22 orang yang mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan sesak napas.

"22 orang mengalami gangguan pernapasan berupa batui dan sesak napas. 15 orang dari Keluraha. Kedungpane, 2 orang Tambakaji, dan 5 orang dari Bambankerep," urai Endro melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Endro menyebut, hingga kini tak ada laporan korban jiwa maupun korban luka-luka. Tak ada pula warga yang dievakuasi atau diungsikan.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads