TPA Jatibarang Belum Padam Juga, 20 Persen Area Masih Terbakar

TPA Jatibarang Belum Padam Juga, 20 Persen Area Masih Terbakar

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 04 Okt 2026 13:05 WIB
Kondisi kebakaran TPA Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (4/9/2026).
Kondisi kebakaran TPA Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (4/9/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, masih terjadi di 20 persen area. Hingga siang ini, sejumlah titik api disebut mulai berkurang meski proses pemadaman dan pendinginan masih dilakukan.

Pantauan detikJateng di TPA Jatibarang, Minggu (4/10/2026) siang, nampak asap masih mengepul dari tumpukan sampah. Anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang masih berjibaku memadamkan api di lokasi. Terlihat ada sekitar empat ekskavator di lokasi.

"Kondisi api belum padam dan penanganan masih berlangsung. Titik api cenderung berkurang di beberapa titik. Masih 20 persen area terbakar, tapi menyebar," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto melalui pesan singkat kepada detikJateng, Minggu (4/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, kebakaran kembali terjadi sejak Rabu (30/9). Area yang terbakar kali ini diperkirakan sekitar 10 hektare dari keseluruhan luas TPA Jatibarang yang mencapai sekitar 46,18 hektare.

"Rinciannya, zona 1 dan 2 8,43 hektare dengan area terbakar sekitar 8 hektare. Sedangkan zona 3 3,8 hektare dengan area terbakar sekitar 2 hektare," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, petugas masih melakukan pemadaman, pendinginan, dan pengendalian agar api tidak meluas. Sebanyak lima unit armada pemadam kebakaran Kota Semarang dikerahkan.

"Di zona 1, tiga unit damkar melakukan penyemprotan dari atas. Sementara di sisi kiri zona 3, dua unit damkar melakukan injeksi dan pengerukan atau pendinginan dengan dukungan alat berat," ucapnya.

Terkait metode injeksi, Endro mengatakan prosesnya masih dalam tahap persiapan. Menurutnya, penanganan dengan metode itu membutuhkan peralatan khusus.

"(Sudah dilakukan injeksi?) Mempersiapkan peralatan. Tidak mudah. Butuh pipa khusus yang tahan api. Ini proses persiapan," kata dia.

Pemadaman itu juga didukung delapan unit suplai air, tujuh ekskavator, dua loader, dan dua dozer DLH untuk membantu penanganan kebakaran. BPBD juga mengerahkan satu unit light tower untuk penerangan, dapur umum mobile, tenda posko lapangan, serta ambulans.

"22 orang mengalami gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. Di 15 orang dari Kelurahan Kedungpane, 2 orang Tambakaji, dan 5 orang dari Bambankerep," kata dia.

Tak ada korban jiwa, korban luka-luka maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut. Ia menyebut, pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat masih perlu dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan.

"Kendalanya lokasi titik api yang sulit dijangkau, akses jalan sempit, serta titik api yang cepat menyebar," tuturnya.

Sebelumnya, kebakaran kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut, ini menjadi kebakaran ketiga di kawasan TPA Jatibarang sepanjang September 2026.

"Ketiga kalinya ini (selama September)," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, saat dihubungi detikJateng via pesan singkat, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan catatan, kebakaran TPA Jatibarang sebelumnya sempat terjadi pada 18 September, dan kembali terjadi pada 28-29 September.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads