Kunjungi Korban Keracunan di Batang, Gibran Tekankan Evaluasi Program MBG

Kunjungi Korban Keracunan di Batang, Gibran Tekankan Evaluasi Program MBG

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 28 Sep 2026 15:17 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Batang, Senin (28/9/2026).
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Batang, Senin (28/9/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menjenguk korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang. Gibran diketahui dengan mengenakan setelan kemeja hitam.

Pantauan detikJateng, Senin (28/9/2026), Gibran datang ke RSUD Limpung sekitar pukul 09.00 WIB didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, dan tim medis. Gibran terlihat berdialog dengan pasien keracunan MBG.

Namun, awak media tidak diperkenankan untuk meliput.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari RSUD Limpung, Wapres Gibran berkunjung ke Puskesmas Bawang sekitar pukul 09.58 WIB. Sama halnya dengan di RSUD Limpung, kegiatan itu tertutup bagi wartawan.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, Wapres Gibran bertolak ke SD Pasusukan Bawang. Di sana, Gibran sempat berbincang dengan orang tua, murid, dan guru setempat..

Gibran kemudian meninggalkan SD Pasusukan Bawang sekitar pukul 12.00 WIB tanpa memberi keterangan kepada awak media yang sudah menunggu di depan sekolah. Wapres dan rombongan lantas menuju ke Semarang.

Berdasarkan rilis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden yang dibagikan melalui Dinas Kominfo Batang kepada wartawan, Wapres Gibran menekankan pentingnya penanganan kesehatan korban, kepastian bagi keluarga, percepatan investigasi, serta penguatan pengawasan keamanan pangan.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Batang, Senin (28/9/2026).Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Batang, Senin (28/9/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Gibran menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya terkait pengawasan keamanan pangan. Evaluasi tersebut mencakup pemenuhan standar higienis, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan langsung di lapangan.

"Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki. Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas," kata Gibran melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan investigasi. Terkait penyebab dugaan keracunan, dia menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung. Ia meminta agar investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.

"Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama," ungkap Wapres Gibran.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Batang pada Senin (28/9) per pukul 06.00 WIB, jumlah korban keracunan usai menyantap MBG bertambah menjadi 660 orang.

"Berdasarkan laporan resmi dari Tim Surveilans Imunisasi & KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, per Senin 28 September 2026 pukul 06.00 WIB, total akumulasi kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Bawang, Batang mencapai 660 orang," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Sulaksmi.

Dari 660 kasus tersebut, sebanyak 34 di antaranya masih menjalani perawatan di sejumlah layanan kesehatan.

"Secara keseluruhan, tersisa 34 pasien yang saat ini masih menjalani perawatan intensif rawat inap di seluruh faskes Kabupaten Batang. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus berkoordinasi untuk memantau pemulihan para korban serta melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap penyedia layanan pangan program MBG," kata Ida.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads