Jumlah korban dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 589 orang mengalami dugaan keracunan.
"Jumlah kasus dugaan keracunan makanan update tanggal 26 September 2026 pukul 07.00 WIB, total kasus ada 589," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida melalui pesan singkat, Sabtu (26/9/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 127 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Batang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, 55 pasien masih menjalani rawat inap di RSUD Batang, 35 pasien dirawat di RSUD Limpung, 17 pasien di Puskesmas Bawang, 10 pasien di Puskesmas Subah, dua pasien di Puskesmas Gringsing, dan delapan pasien di Puskesmas Bandar.
Sementara itu, sebagian korban lainnya telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Salah satu pasien, Liya Nisa (28), warga Candibugur, Kecamatan Bawang, mengaku baru masuk RSUD sejak Jumat (25/09). Selama beberapa hari ia hanya menjalani rawat jalan dari Puskesmas Bawang. Namun, karena tidak kunjung pulih, ia kemudian dievakuasi ke RSUD Kalisari Batang.
"Kemarin pagi (masuk rumah sakit). Tadinya rawat jalan dari Puskesmas Bawang. Karena nggak sembuh dan tambah sakit, kemudian ke sini," kata Liya.
Menurut Liya, sebelum mengalami keluhan tersebut, dirinya mengonsumsi makanan MBG yang dibawa anaknya dari sekolah.
Ia menyebut makanan yang dikonsumsi berupa telur dan buah anggur. Telur tersebut merupakan sisa makanan anaknya yang tidak habis dimakan.
"Telurnya itu sisa sedikit dimakan anak, nah habis itu sisanya tak (saya) makan sama anggurnya. Buah anggur," ujarnya.
Liya mengaku makanan tersebut dikonsumsi pada hari yang sama, Selasa (22/09) sekitar pukul 13.00 WIB setelah anaknya pulang sekolah.
Setelah menjalani perawatan, kondisi Liya pada pagi ini mulai membaik. Ia berharap dapat segera diperbolehkan pulang untuk kembali merawat anaknya yang masih berusia lima tahun.
"Kalau hari ini alhamdulillah sudah mendingan," ujarnya.
Liya mengatakan dirinya masih menunggu pemeriksaan dan keputusan dokter terkait kepulangannya.
"Ini nunggu dokternya, mungkin penginnya sih hari ini," katanya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan warga di Batang mengalami keluhan mual dan pusing setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para korban merasakan gejala keracunan setelah menyantap MBG yang dibagikan Selasa (22/9). Keluhan dirasakan beberapa jam setelah dikonsumsi.
Sejumlah orang tua ternyata juga menderita keluhan setelah mencicipi MBG yang dibawa pulang anak mereka. Gejala yang dirasakan seperti mual dan pusing.
