Geger Pemobil Kijang Dikeroyok Gerombolan Pemotor di Deyangan Magelang

Geger Pemobil Kijang Dikeroyok Gerombolan Pemotor di Deyangan Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 28 Sep 2026 13:32 WIB
Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah di Polresta Magelang, Senin (28/9/2026).
Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah di Polresta Magelang, Senin (28/9/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Video pengeroyokan yang menimpa pengemudi mobil Kijang di wilayah Deyangan, Mertoyudan, Magelang, viral di media sosial. Polisi turun tangan mengecek peristiwa itu.

Video tersebut salah satunya diunggah dalam akun Instagram @magelang_raya. Video itu merekam momen gerombolan pengendara motor melakukan pemukulan hingga pengejaran terhadap seorang pria di Jalan Raya Klodran, Deyangan, Kabupaten Magelang, Minggu (27/9/2026).

Dalam narasi video itu disebutkan pengendara mobil Kijang yang membawa rombongan ibu-ibu itu banting setir imbas ada motor yang mengerem mendadak. Hal itu berujung pada pengeroyokan oleh gerombolan pemotor yang melaju di belakang mobil tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah mengaku belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Namun, polisi sudah melakukan pengecekan terhadap korban.

"Terkait video yang viral penganiayaan secara bersama-sama oleh kelompok motor. Sampai saat ini, memang korban belum melaporkan," kata La Ode saat dimintai konfirmasi wartawan di Polresta Magelang, Senin (28/9/2026).

ADVERTISEMENT

Sopir Kijang itu diketahui berinisial SB, warga Cacaban, Kota Magelang. Meski belum melapor, petugas sempat memintai keterangan korban.

"Semalam kami mencoba untuk meminta keterangan, namun korban sedang fokus pemulihan atau ke rumah sakit berobat. Sehingga kami tetap menunggu korban untuk melaporkan," ujar La Ode.

Meski belum ada laporan, polisi tetap melacak identitas para pelaku. Salah satunya dengan mengecek pelat nomor kendaraan yang digunakan.

"Namun, kami tetap melakukan penyelidikan fokus utamanya adalah mengidentifikasi para pelaku, karena kami yakin korban pun tidak kenal dengan para pelaku. Sehingga kami fokus utama identifikasi pelaku baik itu dari kendaraan, nomor polisi kendaraan dan lain-lainnya. Kami fokus itu dulu sambil menunggu keterangan (resmi) korban," urainya.

La Ode menjelaskan peristiwa itu berawal saat korban bermaksud menghindari pemotor di depannya. Disebutkan korban melaju dari kawasan MAJT menuju ke arah Blondo.

"Tapi, cara menghindari menyerempet ke kelompok motor, sehingga terjadi kesalahpahaman. Berhenti di tempat kejadian perkara langsung dipalang oleh pengendara motor terjadilah penganiayaan," jelasnya.

"Itu informasi awal, namun seketika kami mendapatkan keterangan dari korban mungkin bisa kami update perkembangannya," pungkasnya.



(ams/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads