Terungkap Penyebab 2 Cewek ABG Duel di Gayamsari Semarang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 28 Sep 2026 08:38 WIB
Ilustrasi perkelahian dua ABG cewek di Semarang. Foto: thinkstock
Semarang -

Polisi mengungkap motif perkelahian dua orang anak perempuan di Jalan Patiunus, Pandean Lamper, Gayamsari, Kota Semarang hingga salah satunya dibanting dan terkapar. Rupanya, terlapor merasa tersinggung karena dikatai oleh korban.

"Motifnya emosi tersinggung dikatakan ge**ut ba*i dan ta*i," kata Kanit II/Perlindungan Anak Sat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Iptu Eko Adi Susanto melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Senin (28/9/2026).

Eko menerangkan, korban berinisial ODP (13) dengan terlapor berinisial SRW (13) sebenarnya tidak saling mengenal. Kejadian ini diawali saat terlapor melihat status WhatsApp seorang saksi yang terlihat sedang menyinggung seseorang.

"Sebelumnya tidak kenal antara korban dan terlapor, hubungan keduanya tidak ada. Karena ada status WA saksi R teman terlapor yang marah-marah," ujar Eko.

"Awalnya balas-balasan status tanpa menyebut inisial antara saksi dengan korban. Isi status singgungan kalimat-kalimat tidak pantas," imbuhnya.

Terlapor yang penasaran lalu berniat melabrak korban dan meminta nomor WhatsApp korban dari saksi tersebut. Modusnya, terlapor berpura-pura sebagai laki-laki dan menggoda korban.

"Lalu mau dilabrak terlapor dan meminta nomor WA dari saksi dengan berpura-pura menjadi laki-laki menggoda korban," ungkap Eko.

Menurut Eko, godaan dari terlapor justru dibalas dengan makian karena korban sudah memiliki pacar. Karena makian itu, terlapor lalu menantang korban dan ditanggapi.

"Karena korban sudah mempunyai pacar lalu terlapor dikatakan kata2 babi dan tai lalu terlapor menantang korban dan ditanggapi korban bertemu di TKP," urai Eko.

Eko merinci terlapor pertama kali menghubungi korban dan mengaku sebagai laki-laki lewat WhatsApp pada Jumat (25/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka bercakap-cakap melalui pesan dan janjian bertemu di sekitar Taman Citra Satwa.

"Korban menerima pesan melalui aplikasi WhatApp dari seseorang yang mengaku Cowok Ganteng dan bermaksud berkenalan. Kemudian mengajak korban bertemu di Jalan Patiunus sekitar Taman Citra," jelas Eko.

Eko menuturkan korban baru mengetahui bahwa orang yang menghubunginya dan mengaku laki-laki itu rupanya seorang perempuan saat bertemu di TKP. Keduanya lantas terlibat cekcok.

"Lalu pada pukul 19.00 WIB setelah bertemu, korban mengetahui bahwa orang yang mengaku Cowok Ganteng tersebut ternyata seorang perempuan setelah bertemu," ungkap Eko.

"Setelah bertemu, korban dan terlapor sempat bercakap cakap namun tiba-tiba emosi dan marah-marah. Tahunya perempuan setelah ketemu di TKP dijawab terlapor 'aku wedok'," tambahnya.

Menurut Eko, setelah terjadi adu mulut, sejumlah tindakan penganiayaan lalu dilakukan oleh terlapor. Akibatnya, korban mengalami luka-luka.

"(Terlapor) memukul serta menarik dan menyeret pakaian korban, kemudian menjambak rambut korban hingga korban terjatuh. Setelah korban terjatuh kemudian terlapor menendang perut korban," kata Eko.




(apu/ahr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork