Satpam di Semarang Babak Belur Dikeroyok Teman Mabuk

Satpam di Semarang Babak Belur Dikeroyok Teman Mabuk

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 17 Agu 2026 07:00 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Solo -

Seorang satpam di Semarang babak belur dikeroyok usai minum-minum di daerah Jalan Soekarno-Hatta. Polisi menyebut aksi itu dipicu salah paham.

Satpam berinisial AN (37) itu mengalami penganiayaan pada 9 Agustus 2026 lalu dan informasi itu beredar lewat pesan WhatsApp. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat diminta konfirmasi pada Selasa (11/8) menerangkan sekuriti tersebut terlibat perkelahian di sebuah kafe.

"Sampai saat ini korban belum laporan. Cuma kita dalami karena ada informasi ada perkelahian di sebuah kafe. Kejadiannya tanggal 9 Agustus," kata Andika saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya apakah satpam maupun pelaku dalam pengaruh alkohol, Andika mengatakan, diduga mereka meminum minuman keras.

"Dari hasil informasi yang ini kan mereka ada minum-minum. Ada orang nih melakukan pemukulan. Cuma kita masih dalami," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah juga membenarkan korban dalam kondisi mabuk saat peristiwa berlangsung.

Pihak korban kemudian membuat laporan pada Rabu (12/8). Ada dua orang yang dilaporkan dalam kasus pengeroyokan.

"Membuat laporan tanggal 12 Agustus. Ada 2 orang (yang dilaporkan)," kata Kasubsi Penmas Humas Polrestabes Semarang, Iptu Karis melalui pesan singkat kepada detikJateng, Minggu (16/8).

Karis menjelaskan ada salah paham antara pelaku dan korban. Dia menyebut pelaku tersinggung saat korban mengatakan ibunya telah wafat.

"Peristiwa pengeroyokan terjadi karena adanya salah paham terhadap salah seorang pelaku dengan korban. Karena pelaku tersebut tersinggung dengan ucapan korban yang mengatakan bahwa ibunya telah meninggal dunia, sedangkan ibunya pelaku masih hidup," beber Karis.

Pelaku pun tidak terima dan mengeroyok korban. Satpam tersebut mengalami sejumlah memar di kepala.

"Sehingga terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami luka memar pada wajah, kedua mata, dan kepala bagian belakang benjol," sebutnya.

Menanggapi laporan korban, dua orang terlapor sudah dipanggil polisi. Mereka masih diperiksa dengan status saksi.

"(Kedua pelaku sudah dipanggil?) Sudah. Berobat saja, (kondisinya kini) sudah baik," pungkasnya.



(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads