Seorang satpam berinisial AN (37) asal Kecamatan Candisari diduga menjadi korban pemukulan di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Hingga kini polisi masih mendalami kejadian tersebut.
Beredar adanya informasi di WhatsApp bahwa seorang satpam menjadi korban pengeroyokan di Jalan Soekarno-Hatta pada Minggu (9/8). Berdasarkan informasi tersebut, korban dalam keadaan tidak sadar diri.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menerangkan sekuriti tersebut terlibat perkelahian di sebuah kafe. Namun, hingga saat ini masih belum ada keterangan berapa jumlah pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini korban belum laporan. Cuma kita dalami karena ada informasi ada perkelahian di sebuah kafe. Kejadiannya tanggal 9 Agustus," kata Andika saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8/2026).
Saat ditanya apakah satpam maupun pelaku dalam pengaruh alkohol, Andika mengatakan, diduga mereka meminum minuman keras.
"Dari hasil informasi yang ini kan mereka ada minum-minum. Ada orang nih melakukan pemukulan. Cuma kita masih dalami," sebutnya.
Adapun kondisi terkini korban masih belum diketahui pasti. Sementara itu, Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, membenarkan kejadian berlangsung pada Minggu kemarin.
"Minggu pagi, memang pakai baju sekuriti," kata Yuna saat dihubungi detikJateng malam ini.
Yuna mengatakan, satpam tersebut diduga dikeroyok. Disebutkan pula korban diduga dalam kondisi mabuk.
"Tapi dalam kondisi mabuk ditemukan. Terus dikeroyok dia," sebutnya.
Saat ini, kepolisian tengah mendalami kejadian tersebut. "Soalnya itu masih dalam proses," katanya.
