Daftar Barang Disita dari Kontrakan Terduga Teroris di Klaten

Daftar Barang Disita dari Kontrakan Terduga Teroris di Klaten

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 03 Okt 2026 05:30 WIB
Rumah di Desa Palar, Kecamatan Trucuk sepi setelah ada penggeledahan.
Rumah di Desa Palar, Kecamatan Trucuk sepi setelah ada penggeledahan. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri melakukan penggeledahan dua rumah kontrakan yang ditempati dua pria inisial N dan Y serta di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten. Sejumlah barang milik kedua pria tersebut diamankan.

"Yang dibawa tadi satu buah tablet, dua buah handphone dan tujuh buah buku yang terkait dengan aktivitas terduga," terang Kasi Pemerintahan Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Didit Agung Prihantoro kepada detikJateng, Jumat (2/10/2026) siang di kantornya.

Didit menambahkan, saat di kantor dirinya didatangi personel Polresta Klaten dan Densus. Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB diminta menyaksikan penggeledahan di rumah kontrakan N.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pukul 09.30 WIB datang ke balai desa kita dimintai tolong mendampingi penggeledahan di rumah salah seorang terduga. Yang melakukan penggeledahan 12 an orang," papar Didit.

Sementara Kasi Kesra Desa Palar, Pandu Wiratana Dwi Prasetyo, mengatakan dirinya juga diminta tim lain untuk mendampingi penggeledahan di rumah kontrakan Y. Petugas hanya membawa hardisk.

ADVERTISEMENT

"Tadi hardisk saja (dibawa). Bukan orang sini, dari KK nya Boyolali," kata Pandu kepada detikJateng di kantornya.

Kapolresta Klaten, Kombes Ari Cahya Nugraha, saat dimintai konfirmasi detikJateng, membenarkan ada kegiatan tim Densus Mabes Polri itu.

"Betul, kegiatan dari Mabes. Personel Polresta Klaten mem-back up pengamanan kegiatan, untuk detailnya ke Mabes ya," jelas Ari lewat pesan singkat.

Pengajar dan Servis Elektronik

Pandu menyampaikan, kedua penghuninya dikenal sebagai pengajar dan tukang reparasi elektronik.

"Kalau di KK anaknya tiga. Pekerjaan kalau di depan rumah itu servis mesin cuci, kompor, dan lainnya," ungkapnya.

Menurut Pandu, Y jarang keluar karena bengkel alat elektronik di rumahnya. Yang bersangkutan di desanya cuma mengontrak rumah.

"Cuma ngontrak, jadi tidak tahu. Ngakunya dari Boyolali," ucap Pandu.

"Kayaknya ngontrak juga belum lama baru sekitar 5-6 bulan," lanjut Pandu yang diminta menyaksikan penggeledahan polisi.

Tinggal 2 Tahun

Perangkat desa lainnya, Didit Agung Prihantoro, menjelaskan sosok N yang dibawa Densus bukan warga asli tapi pengontrak. Mengontrak baru sekitar dua tahun.

"Baru sekitar dua tahun. Orangnya jarang berinteraksi, keluar yang bekerja, infonya mengajar di pondok Desa Temuwangi," terang Didit.

Menurut Didit yang menjabat Kasi Pemerintahan itu, sosok N sudah berkeluarga dan anaknya tiga. Yang bersangkutan saat mengontrak lapor RT RW saja.

"Kalau ke desa tidak lapor, tapi ke RT RW. Rumah yang dikontrak itu semula kosong, pemiliknya bukan orang sini," imbuhnya.

detikJateng mencoba mengonfirmasi ke Pondok Usyaqul Qur'an di Desa Temuwangi, Kecamatan Pedan tetapi tidak ada aktivitas di lokasi. Seorang pria pemilik pondok, Alimin mengatakan pengajar berinisial N tidak ada.

"Tidak ada (nama N). Itu (yang dibawa Densus) mertuanya ustaz, soalnya beliau tadi cerita mertua diambil lagi, nggak jelas masalahnya apa jam 09.00 WIB tadi," terang Alimin di lokasi.

Dijelaskan Pandu yang digeledah rumah kontrakan Y. Rumah yang digeledah tersebut dihuni Y bersama istri dan tiga anaknya.

"Kalau sesuai di kartu KK anaknya tiga. Setelah digeledah ya langsung pergi (polisinya)," kata Pandu.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads