Satpam Semarang Dikeroyok Saat Mabuk, Ternyata Ini Duduk Perkaranya

Satpam Semarang Dikeroyok Saat Mabuk, Ternyata Ini Duduk Perkaranya

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 16 Agu 2026 15:00 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Semarang -

Seorang satpam berinisial AN (37) asal Kecamatan Candisari diduga menjadi korban pemukulan di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Kejadian itu bermula dari salah paham antara para pelaku dan korban.

Kasubsi Penmas Humas Polrestabes Semarang, Iptu Karis, menerangkan dugaan pengeroyokan itu telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang pada Rabu (12/7). Adapun terlapor dua orang.

"Membuat laporan tanggal 12 Agustus. Ada 2 orang (yang dilaporkan)," kata Karis melalui pesan singkat kepada detikJateng, Minggu (16/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karis mengatakan, satpam dikeroyok para pelaku lantaran adanya salah paham antara korban dan salah satu pelaku. Pelaku tersinggung saat korban mengatakan ibunya telah wafat.

ADVERTISEMENT

"Peristiwa pengeroyokan terjadi karena adanya salah paham terhadap salah seorang pelaku dengan korban. Karena pelaku tersebut tersinggung dengan ucapan korban yang mengatakan bahwa ibunya telah meninggal dunia, sedangkan ibunya pelaku masih hidup," bebernya.

Pelaku pun tidak terima dan mengeroyok korban. Satpam tersebut mengalami sejumlah memar di kepala.

"Sehingga terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami luka memar pada wajah, kedua mata, dan kepala bagian belakang benjol," sebutnya.

Adapun kedua pelaku telah dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Korban pun telah berobat dan tidak dilarikan ke rumah sakit.

"(Kedua pelaku sudah dipanggil?) Sudah. Berobat saja, (kondisinya kini) sudah baik," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar soal dugaan pengeroyokan itu tersebar di WhatsApp. Adapun kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (9/8).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menerangkan sekuriti tersebut terlibat perkelahian di sebuah kafe. Saat itu masih belum ada keterangan berapa jumlah pelaku.

"Sampai saat ini korban belum laporan. Cuma kita dalami karena ada informasi ada perkelahian di sebuah kafe. Kejadiannya tanggal 9 Agustus," kata Andika saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8/2026).

Saat ditanya apakah satpam maupun pelaku dalam pengaruh alkohol, Andika mengatakan, diduga mereka meminum minuman keras.

"Dari hasil informasi yang ini kan mereka ada minum-minum. Ada orang nih melakukan pemukulan. Cuma kita masih dalami," sebutnya.

Adapun kondisi terkini korban masih belum diketahui pasti. Sementara itu, Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, membenarkan kejadian berlangsung pada Minggu kemarin.

"Minggu pagi, memang pakai baju sekuriti," kata Yuna saat dihubungi detikJateng malam ini.

Yuna mengatakan, satpam tersebut diduga dikeroyok. Disebutkan pula korban diduga dalam kondisi mabuk.

"Tapi dalam kondisi mabuk ditemukan. Terus dikeroyok dia," sebutnya.



(ahr/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads