Hasil Lab MBG Bikin Ratusan Siswa Blora Keracunan, Dinkes: Ada Bacillus Cereus

Hasil Lab MBG Bikin Ratusan Siswa Blora Keracunan, Dinkes: Ada Bacillus Cereus

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Jumat, 25 Sep 2026 18:51 WIB
Ilustrasi MBG.
Ilustrasi MBG. Foto: iStock
Blora -

Hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Sukorejo 2, Kabupaten Blora sudah keluar. Dinas Kesehatan Blora menyebut ada kandungan Bacillus cereus pada makanan dan E.coli pada air sumur.

"Lab dilakukan di dua tempat. Labkesda, pemeriksaan air sumur ditemukan E.coli (Escherichia coli) yang melebihi ambang batas dan pemeriksaan air minum hasil normal. Laboratorium provinsi pemeriksaan menu makanan dan ditemukan Bacillus cereus pada kuah sop dan ayam woku," kata Sekretaris Dinkes Blora, Nur Betsia Bertawati saat dimintai konfirmasi, Jumat (25/9/2026).

Dia menjelaskan dalam pemeriksaan sampel makanan ditemukan Bacillus cereus pada menu kuah sop dan ayam woku. Nur Betsia mengatakan Bacillus cereus merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejala yang dapat muncul antara lain diare, mual, muntah dan sakit perut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kuah sop dan ayam woku hasil pemeriksaan positif bacillus yang seharusnya negatif. Bacillus cereus salah satu bakteri penyebab keracunan makanan dengan gejala yang saya sebut di atas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu data yang dilihat detikJateng, bakteri yang terkandung dalam sampel makanan yang diuji adalah Bacillus sp. Meski demikian Nur menegaskan hasilnya adalah positif Bacillus cereus.

Air sumur mengandung E.coli

Selain sampel makanan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sumber air yang berada di dapur SPPG Sukorejo 2.

Berdasarkan data pemeriksaan bakteriologis, air sumur diketahui mengandung E.coli sebanyak 200. Sementara air yang digunakan untuk memasak disebut memiliki kandungan E.coli 0 atau negatif.

Dinkes Blora menjelaskan air sumur tersebut tidak digunakan untuk memasak, melainkan untuk mencuci. Sedangkan air yang digunakan untuk memasak merupakan air minum atau isi ulang.

"Air sumur untuk mencuci, yang dimasak air ulang/minum," kata Nur Betsia.

Meski demikian, Dinkes menyebut keberadaan E.coli tetap dapat menjadi salah satu faktor apabila proses pengolahan makanan tidak dilakukan sesuai prosedur.

"E.coli apabila proses pemasakan dan lain-lain tidak sesuai prosedur juga menyebabkan keracunan," jelasnya.

Nur Betsia juga menyebut dugaan penyebab kejadian tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu faktor. Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya E.coli pada air sumur dan bakteri dari kelompok Bacillus pada sampel makanan, yang dapat dipengaruhi proses penyimpanan, pengolahan, pemorsian hingga distribusi makanan.

"Penyebabnya E.coli pada air sumur dan Bacillus cereus pada kuah sop dan ayam woku dan dipengaruhi juga pada saat proses penyimpanan, pengolahan, pemorsian dan distribusi makanan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ada 225 orang keracunan setelah menyantap MBG dari SPPG tersebut pada 7 September 2026 lalu. Suspend sudah dilakukan dan Kepala SPPG juga dicopot dalam penanganan kejadian itu.

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan permanen SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 yang dikelola Yayasan Tirto Mirah Asih karena dinilai indisipliner dalam pelaksanaan operasional dan tidak memenuhi standar keamanan pangan.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads