Keluarga Korban Keracunan MBG di Batang Akan Dapat Rp150 Ribu Per Hari

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 16:21 WIB
Suasana RSUD Kalisari Batang dipenuhi korban keracunan MBG. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

Setidaknya 411 warga Batang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan menyebut keluarga korban akan dapat kompensasi Rp 100-150 ribu per hari selama korban dirawat.

"Santunan nanti dari Dinsos sedang menghitung. Setiap KK biasanya akan kita hitung per hari antara Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per KK," Kata M Faiz Kurniawan, saat ditemui di SPPG Bawang, Kamis (24/09).

Faiz mengatakan besaran santunan masih dihitung oleh Dinas Sosial. Namun, besarannya diperkirakan antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per keluarga per hari.

"Peruntukannya untuk keluarga yang menunggu pasien. Karena menunggu anggotanya keluarganya dan mereka tidak bisa bekerja," jelasnya.

Santunan tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang terpaksa tidak bekerja karena harus menjaga anggota keluarganya yang menjadi korban. Diketahui hingga kini masih ada sekitar 170 orang yang dirawat di faskes.

"Per tadi jam 12 (siang) dilaporkan di puskesmas, di rumah sakit ada lebih dari 411 (korban), yang kemudian ada di rawat inap itu sekitar 170, 200 sekian sudah kembali ke rumah," ungkapnya.

Sedangkan untuk biaya pengobatan korban keracunan MBG, Faiz menegaskan seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Biaya perawatan? Pemerintah daerah. Kita cover semuanya," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan ratusan warga di Kecamatan Bawang, diduga mengalami keracunan MBG. Menu MBG berupa olahan telur pada Selasa (22/9). Korban keracunan usai mendapat MBG yang berasal dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) alias dapur MBG yang sama.

Dapur itu disebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang, dengan total 2.700 penerima manfaat, mulai dari TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.



Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"

(afn/alg)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork