Korwil SPPG Cilacap Duga MBG Telat Dimakan Jadi Sebab Keracunan di SMAN Sampang

Korwil SPPG Cilacap Duga MBG Telat Dimakan Jadi Sebab Keracunan di SMAN Sampang

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 12:52 WIB
Kondisi siswa SMN N 1 Sampang Cilacap yang dirawat di RSUD akibat keracunan MBG, Rabu (23/9/2026).
Kondisi siswa SMN N 1 Sampang Cilacap yang dirawat di RSUD akibat keracunan MBG, Rabu (23/9/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Penyebab ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga terkait waktu konsumsi. Makanan tersebut diduga dikonsumsi lebih dari dua jam setelah pengiriman.

"Kalau dugaan sementara itu masih kita menunggu hasil uji lab. Tapi untuk penelusuran sementara itu kemarin mungkin ada indikasi kelebihan batas waktu jam konsumsi," kata Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cilacap Yuda Prasetyo saat ditemui wartawan, Kamis (24/9/2026).

Yuda menjelaskan, berdasarkan berita acara atau surat jalan, makanan MBG dari SPPG Sidasari 1 dikirim sekitar pukul 10.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut hasil berita acara atau surat jalan, itu dikirimnya itu jam 10 pagi. Kalau dikonsumsinya itu seharusnya jam 12 siang lebih. Maksimal itu dua jam setelah pengiriman," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, makanan seharusnya sudah selesai dikonsumsi sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, makanan baru dikonsumsi setelah waktu tersebut.

"Jam 10 harusnya kan maksimal itu jam 12 itu sudah selesai dikonsumsi. Informasinya dikonsumsi jam 12 lebih," jelasnya.

Meski demikian, Yuda menegaskan pihaknya belum dapat memastikan keterlambatan waktu konsumsi tersebut sebagai penyebab siswa mengalami keluhan kesehatan. Kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan mual, pusing dan diare usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 19 siswa telah dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan 6 siswa menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang.

"Yang mengalami keluhan itu ada siswa kelas 10 ada 108, kemudian kelas 11 ada 125, dan kelas 12 ada 128," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Cilacap, Hasanuddin saat ditemui wartawan di RSUD Cilacap, Rabu (23/9).

Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak semua siswa harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Sebagian cukup mendapatkan obat di sekolah.

"Tadi di lapangan yang diberikan obat di sekolahan oleh teman-teman puskesmas itu ada 70 siswa," ujarnya.

Selain itu, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang. Mereka diperiksa, diberikan pengobatan, kemudian diperbolehkan pulang.

"Enam siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang. Yang perlu dirujuk ke RSUD Cilacap, sampai dengan saat ini ada update 19. Kalau tadi masih ada 15 siswa, kemudian tadi ada datang lagi 19 siswa dilakukan rujukan di RSUD Cilacap," jelasnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads