Dinas Kesehatan Cilacap telah mengambil sampel dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan ke siswa SMA Negeri 1 Sampang. Sampel akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk mencari sumber dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa.
"Menunya ada nasi, kemudian ayam bumbu kuning, lalu oseng kangkung, sama tahu goreng, dan buahnya semangka. Semuanya kita cek," kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, saat ditemui di RSUD Cilacap, Rabu (23/9/2026).
"Dari Dinkes, begitu ada informasi langsung meluncur. Seperti tadi saya sampaikan, sudah langsung mengambil sampel makanan yang kemarin disajikan, termasuk air," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Annisa mengatakan, pengawasan terhadap SPPG di Cilacap selama ini telah dilakukan, termasuk melalui pembinaan dan sosialisasi mengenai keamanan pangan. Menurut dia, kebersihan harus diterapkan sejak proses awal pengolahan makanan.
"Yang terpenting SPPG adalah tidak hanya berkonsentrasi pada makanannya yang sehat bersih. Tetapi dimulai dari air yang digunakan untuk mencuci, kemudian alat yang digunakan masak, demikian juga tempat makanannya semua harus dipastikan itu bersih," ujar dia.
Annisa berharap pemeriksaan sampel dan kejadian ini menjadi evaluasi bagi seluruh SPPG di Cilacap.
"Mudah-mudahan ini keracunan terakhir yang ada di Kabupaten Cilacap. Ini menjadi perhatian seluruh SPPG untuk berlaku lebih hati-hati, menjamin makanan yang diberikan makanan bersih dan sehat," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mengatakan pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah lain yang menjadi sasaran distribusi MBG dari SPPG tersebut.
"Kami juga terus melakukan pemantauan termasuk terhadap sekolah lain yang bukan SMAN 1 Sampang. Itu SPPG kan punya sasaran-sasaran sekolah lain, itu juga dilakukan pemantauan apabila dimungkinkan gejala-gejala dari siswanya," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan mual, pusing dan diare usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 19 siswa telah dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan 6 siswa menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang.
"Yang mengalami keluhan itu ada siswa kelas 10 ada 108, kemudian kelas 11 ada 125, dan kelas 12 ada 128," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Cilacap, Hasanuddin saat ditemui wartawan di RSUD Cilacap, Rabu (23/9).
Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak semua siswa harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Sebagian cukup mendapatkan obat di sekolah.
"Tadi di lapangan yang diberikan obat di sekolahan oleh teman-teman puskesmas itu ada 70 siswa," ujarnya.
Selain itu, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang. Mereka diperiksa, diberikan pengobatan, kemudian diperbolehkan pulang.
"Enam siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang. Yang perlu dirujuk ke RSUD Cilacap, sampai dengan saat ini ada update 19. Kalau tadi masih ada 15 siswa, kemudian tadi ada datang lagi 19 siswa dilakukan rujukan di RSUD Cilacap," jelasnya.
