Sengketa Lahan Sriwedari Memanas, Bagaimana Nasib Masjid Paku Buwono X?

Sengketa Lahan Sriwedari Memanas, Bagaimana Nasib Masjid Paku Buwono X?

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 21 Sep 2026 19:31 WIB
Menara Masjid Taman Sriwedari Solo, Minggu (5/6/2022).
Menara Masjid Taman Sriwedari Solo, Minggu (5/6/2022). Foto: Dok. detikjateng
Solo -

Panitia pembangunan Masjid Paku Buwono X atau Masjid Sriwedari buka suara mengenai kelanjutan pembangunan seiring memanasnya klaim Pemkot Solo dengan ahli waris KRMT Wiryodiningratan. Wakil sekretaris pembangunan Masjid Sriwedari, Farid Sunarto, mengatakan bahwa kelanjutan pembangunan berada di tangan Wali Kota Solo, Respati Ardi.

"Terkait nasib kelanjutannya seperti apa, itu wewenang wali kota," katanya dihubungi detikJateng, Senin (21/9/2026).

Farid sendiri tidak bisa berbicara banyak mengenai kelanjutan Masjid Sriwedari. Menurutnya, sejumlah panitia mulai mengundurkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Enggak (kepengurusan masih berlaku). Sudah ingin mundur semua. Sudah pada pensiun, sudah lengser," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Farid mengatakan, pembangunan Masjid Sriwedari sejak tahun 2018 itu baru sekitar 59 persen.

"Sekitar 59,5 persen. Itu material yang terpasang 59,5 persen. Untuk kepastian angka koma-komanya," ucapnya.

Ditanya mengenai sejumlah kayu dan material yang berada di pembangunan Masjid Sriwedari, Farid mengatakan itu milik kontraktor.

"Itu punya kontraktor (kayu-kayu) sudah lama, granit-granit juga ada semua. Kayu-kayu yang ada di situ, ukurannya sudah presisi untuk Masjid Taman Sriwedari," pungkasnya.

Ditemui terpisah di Balai Kota, Wali Kota Solo, Respati Ardi, justru menunggu dari panitia terkait kelanjutan pembangunan Masjid Sriwedari.

"Itu kan kewenangan panitia. Kami menunggu saja. Kami tunggu saja," ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo, Mareta Dinar Cahyono mengatakan sampai saat ini belum ada obrolan mengenai tindak lanjut pembangunan Masjid Paku Buwono X itu meskipun sempat dikunjungi Kejaksaan Negeri Solo dan Komisi Kejaksaan.

"Jadi melihat-lihat kondisi yang ada, existing yang ada, kemudian yang sudah jadi apa, kemudian apa yang harus, ya seperti itu aja, (ditinjau Kejaksaan). Belum ada langkah ke depan seperti apa, belum ada. Belum-belum, kemarin hanya melihat-lihat saja," pungkasnya.

Dari catatan detikJateng, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sriwedari dilaksanakan pada 5 Februari 2018. Saat itu peletakan batu pertama juga diikuti oleh perwakilan organisasi Islam di Solo, seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Acara tersebut juga disaksikan oleh Wali Kota Solo saat itu yakni FX Hadi Rudyatmo dan perwakilan pemerintah daerah sekitar Solo, beserta pimpinan TNI-Polri setempat.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads