Round-Up

Misteri Motif Pembakaran Warung Mi Babi di Parangjoro Sukoharjo

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 13 Sep 2026 07:39 WIB
Kondisi Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo usai dibakar orang tidak dikenal, Sabtu (12/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Warung makan mi babi di Parangjoro, Sukoharjo dibakar oleh orang tidak dikenal, Sabtu (12/9/2026) pagi. Pelaku yang diperkirakan sebanyak empat orang sempat menodong pegawai yang menempati warung menggunakan senjata tajam.

Saat ini polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.


Aksi Pembakaran

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dibakar oleh orang tidak dikenal. Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengungkapkan saat kejadian warungnya dijaga oleh dua orang.

Satu orang beristirahat di bagian depan, sementara satu orang lainnya beristirahat di bagian belakang. Keempat orang tak dikenal itu datang sekira pukul 03.30 WIB.

"Saat kejadian ada dua orang (karyawannya). Posisi di depan satu, dan di belakang satu. Kalau di belakang kan kemungkinan tidak terdengar. Setelah yang bersangkutan (empat orang tak dikenal) ini puas dan mereka pergi, orang kita lari ke belakang ketakutan, dan membangunkan orang di belakang," kata Jodi, kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (12/9/2026).

Karyawan yang berada di depan bernama Ali (30). Jodi mengatakan, Ali disuruh salah satu orang tak dikenal itu keluar dari kamarnya oleh orang tidak dikenal itu, dan diminta jongkok sambil berhitung.

"Satu orang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar (Ali), disuruh menjongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur," terangnya.

Pelaku Empat Orang

Pelaku perusakan dan pembakaran mi babi diperkirakan sebanyak empat orang. Keempat pelaku mengenakan penutup wajah, sehingga tidak dikenali.

"Pelaku hampir tidak mengeluarkan kata-kata sama sekali. Pakai topeng yang kelihatan matanya saja (sebo)," ucapnya.

"Tidak lama, perkiraan 30-40 menit. Setelah membakar langsung pergi. Naik motor, saling berboncengan. Cuma motornya apa saya tidak begitu tahu," imbuhnya.

Dia memastikan karyawan tidak mengalami luka akibat kejadian itu. Hanya saja, Ali masih trauma.

"Dia (Ali) bercerita ke saya, dia mengikuti (perintah orang tak dikenal itu) daripada dia (terluka). Saya lebih mementingkan nyawanya orang saya, kalau masalah barang itu bisa diganti ya," ujarnya.

"Kondisi Ali pasti kalau trauma ada ya. Yang penting keselamatan yang paling penting. Yang lain masih bisa beli," imbuhnya.

Diduga Direncanakan

Dari keterangan Ali, Jodi menyimpulkan jika pembakaran itu memang sudah direncanakan sebelumnya. Sebab, orang tak dikenal tersebut sudah membawa bensin.

"Pakai bensin, karena infonya mereka datang sudah bawa bensin. Berarti semuanya terstruktur dan terencana. Nanti biar pihak kepolisian yang mengungkap ini," jelasnya.

Akibat kebakaran itu, warungnya harus tutup sementara. Garis polisi telah dipasang mengelilingi warung, dan dalam penanganan pihak kepolisian. Jodi berencana akan melaporkan kejadian ini ke Polres Sukoharjo.

"Motor orang saya dibakar, jenis Mio, miliknya Ali. Kerugian materiil Rp 30 jutaan. (Yang terbakar?) Ada genset, mesin-mesin lainnya, ada DVR, TV, komputer kasir, tablet," terangnya.

Selain itu, satu CCTV DVR di juga terbakar. Sementara, CCTV lainnya yang menggunakan memory card tengah diperiksa pihak kepolisian.

"Kebetulan adaCCTV, tapi satuCCTVDVR masuknya dalam kamar dan ikut terbakar. Ada duaCCTV pakai kartu, ini baru dikasih pihak kepolisian apakah terbaca atau tidak," ujarnya.



Simak Video "Nikmati Sejarah di The Heritage Palace, Sukoharjo"


(apl/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork