Pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo Diduga 4 Orang, Karyawan Ditodong Sajam

Pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo Diduga 4 Orang, Karyawan Ditodong Sajam

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 12 Sep 2026 10:32 WIB
Kondisi Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo usai dibakar orang tidak dikenal, Sabtu (12/9/2026).
Kondisi Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo usai dibakar orang tidak dikenal, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Sukoharjo -

Pelaku pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo diduga empat orang. Keempat orang tersebut diduga mengancam penjaga sebelum merusak dan membakar warung.

Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, saat kejadian warungnya dijaga oleh dua orang. Satu orang berisitirahat di bagian depan, sementara satu orang lainnya beristirahat di bagian belakang. Keempat orang tak dikenal itu datang sekira pukul 03.30 WIB.

"Saat kejadian ada dua orang (karyawannya). Posisi di depan satu, dan di belakang satu. Kalau di belakang kan kemungkinan tidak terdengar. Setelah yang bersangkutan (empat orang tak dikenal) ini puas dan mereka pergi, orang kita lari ke belakang ketakutan, dan membangunkan orang di belakang," kata Jodi, kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karyawan yang berada di depan bernama Ali (30). Jodi mengatakan, Ali disuruh salah satu orang tak dikenal itu keluar dari kamarnya oleh orang tidak dikenal itu, dan diminta jongkok sambil berhitung.

"Satu orang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar (Ali), disuruh menjongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur," terangnya.

ADVERTISEMENT

Sementara lainnya melakukan perusakan dan pembakaran. Keempat orang itu mengenakan penutup wajah, sehingga tidak dikenali.

"Pelaku hampir tidak mengeluarkan kata-kata sama sekali. Pakai topeng yang kelihatan matanya saja (sebo)," ucapnya.

"Tidak lama, perkiraan 30-40 menit. Setelah membakar langsung pergi. Naik motor, saling berboncengan. Cuma motornya apa saya tidak begitu tahu," imbuhnya.

Dia memastikan karyawan tidak mengalami luka akibat kejadian itu. Hanya saja, Ali masih trauma.

"Dia (Ali) bercerita ke saya, dia mengikuti (perintah orang tak dikenal itu) daripada dia (terluka). Saya lebih mementingkan nyawanya orang saya, kalau masalah barang itu bisa diganti ya," ujarnya.

"Kondisi Ali pasti kalau trauma ada ya. Yang penting keselamatan yang paling penting. Yang lain masih bisa beli," imbuhnya.

Dari keterangan Ali, Jodi menyimpulkan jika pembakaran itu memang sudah direncanakan sebelumnya. Sebab, orang tak dikenal tersebut sudah membawa bensin.

"Pakai bensin, karena infonya mereka datang sudah bawa bensin. Berarti semuanya terstruktur dan terencana. Nanti biar pihak kepolisian yang mengungkap ini," jelasnya.

Akibat kebakaran itu, warungnya harus tutup sementara. Garis polisi telah dipasang mengelilingi warung, dan dalam penanganan pihak kepolisian. Jodi berencana akan melaporkan kejadian ini ke Polres Sukoharjo.

"Motor orang saya dibakar, jenis Mio, miliknya Ali. Kerugian materiil Rp 30 jutaan. (Yang terbakar?) Ada genset, mesin-mesin lainnya, ada DVR, TV, komputer kasir, tablet," terangnya.

Selain itu, satu CCTV DVR di juga terbakar. Sementara, CCTV lainnya yang menggunakan memory card tengah diperiksa pihak kepolisian.

"Kebetulan ada CCTV, tapi satu CCTV DVR masuknya dalam kamar dan ikut terbakar. Ada dua CCTV pakai kartu, ini baru dikasih pihak kepolisian apakah terbaca atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Grogol AKP Joko Purwadi, mengatakan kasus ini nantinya akan ditangani oleh Sat Reskrim Polres Sukoharjo.

"Nanti yang menangani Satreskrim (Polres) Sukoharjo. Diarahkan untuk membuat laporan di Polres," kata Joko.

Diberitakan sebelumnya, Jodi mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 03.30 WIB. Saat itu warungnya didatangi empat orang tidak dikenal.

"Saya diinfo (karyawan saya) sekitar pukul setengah 4 ada yang mendatangi orang 4, dan mendobrak pintu tempat tidur orang saya," ucapnya.

Dari keterangan karyawannya bernama Ali, Jodi mengatakan jika empat orang tak dikenal itu berbagi peran. Jodi menilai kasus ini merupakan tindak pidana pengerusakan dan pengancaman.

"Tidak ada penganiayaan, tidak ada pemukulan. Cuma hanya pengancaman biar tidak bergerak, supaya mereka bisa melakukan apa yang dia inginkan. Yang jelas ini murni perusakan ya, bukan murni perampok atau pencurian, karena tidak ada barang yang hilang. Hanya murni perusakan dan pengancaman," jelasnya.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads