Pria Bawa Kabur Bocah di Semarang Juga Lakukan Kekerasan Seksual

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 11 Sep 2026 14:50 WIB
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/gelmold
Semarang -

Polisi mengungkap, pria yang membawa kabur bocah asal Semarang diduga juga melakukan kekerasan seksual. Bocah SD itu disebut dibawa kabur dari Semarang ke Kudus, Boyolali, hingga Banyumas.

"Kami menyarankan visum karena sudah dibawa lari empat hari. Dari hasil visum, diduga ada tanda-tanda kekerasan seksual. Kemudian dilimpahkan ke kami PPA PPO Polrestabes Semarang," ungkap Kasat PPA PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti saat dihubungi detikJateng, Jumat (11/9/2026).

Sriniti menyampaikan, awalnya orang tua korban melaporkan anaknya hilang ke Polsek Candisari, Senin (7/9).

"Hari Minggu itu ada laporan anak hilang, dan Hari Senin orang tuanya ke Polsek Candisari. Dan ada berita kehilangan juga di media sosial," kata Sriniti.

Ia menyebut, warga sempat menghubungi nomor yang tertera di poster kehilangan pada Kamis (10/9) yang mengungkap keberadaan korban. Usai mendapat informasi, orang tua korban bersama pihak kepolisian mendatangi lokasi.

"Warga menghubungi nomor yang di poster, memberitahukan kalau anak yang hilang sama laki-laki itu di wilayah Banyumanik. Kemudian orang tuanya datang, itu hampir diamuk massa," ucapnya.

"Saat kami amankan sih sudah ada beberapa luka, bekas goresan. Informasinya sudah sempat diamuk massa," lanjut Sriniti.

Sriniti menceritakan, berdasarkan keterangan korban dan pria tersebut, keduanya diketahui telah berkomunikasi sebelum pertemuan. Namun, masih terdapat perbedaan keterangan mengenai bagaimana pertemuan itu bermula.

"Korban menyampaikan kalau memang hari Minggu janjian, yang janjian temannya yang menggunakan WhatsApp dengan nomor milik korban, katanya WA-nya dipinjam," tuturnya.

"Diajak ketemuan di gang pada Minggu malam, katanya 'nanti ada temanku sama yang lainnya yang jemput'. Jalanlah si korban di gang tanpa pamit orang tuanya," lanjutnya.

Saat korban tiba di lokasi, sudah ada pria tersebut bersama sejumlah orang lainnya. Korban kemudian ikut bersama pria tersebut menggunakan sepeda motor hingga ke sekitar Kecamatan Genuk.

"Dari Genuk, terus sampai ke Kudus, Boyolali, dan Banyumanik. Kadang nginep di masjid, di rumah teman atau saudara si pelaku," jelasnya.

Polisi juga mendalami keterangan korban yang menyebut dirinya sempat ingin pulang ketika berada di Kudus. Namun, korban mengaku ditakut-takuti akan ditinggalkan sehingga akhirnya mengikuti pria tersebut.

"Selama di Kudus itu sudah mau pulang. Tapi menurut keterangan korban, korban itu ditakut-takuti nanti mau ditinggal. Akhirnya korban nurut," ungkapnya.

Sriniti juga mengaku masih mendalami hubungan antara korban dengan pria tersebut. Sebab, berdasarkan pemeriksaan sementara, keduanya sebelumnya hanya berkomunikasi melalui pesan dan telepon.

"Menurut keterangan korban dia nggak kenal. Yang kenal itu temannya. Sebelumnya pelaku ini chat-chat-an, katanya sama korban telepon-teleponan juga, tapi ketemu langsung itu baru kemarin," katanya.

"Jadi bukti formil yang kita dapat, chat-chatannya nomor korban sama si pelaku. Cuma si korban itu yang pakai nomornya temannya. Itu temannya karena baru tadi malam diserahin, hari ini kita dalami," lanjutnya.

Ia mengatakan, teman perempuan yang disebutkan korban juga akan dimintai keterangan untuk mencocokkan kronologi. Sementara, teman perempuan korban telah diamankan Kamis (11/9) malam.

"Masih kita dalami, tapi prinsipnya perbuatannya itu ada. Karena kan di bawah umur, korban umur 13 tahun 7 bulan, pelakunya umur 19 tahun," ujarnya.

Sementara terkait informasi bahwa pria tersebut juga diduga mencuri sepeda motor yang digunakan selama perjalanan, Sriniti mengatakan pihaknya masih mendalaminya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria diduga membawa kabur bocah kelas 6 SD di Kota Semarang. Pria itu sudah diamankan polisi.

Video penangkapan pria itu viral usai diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini. Tampak seorang pria terkapar di lantai dengan tangan diikat tali rafia.

"Kasus hilangnya bocah SD, yang masih kelas 6 SD yang sebelumnya dikabarkan pergi bersama seorang pria tanpa berpamitan kepada keluarganya. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat," tulis akun @beritasemaranghariini, Kamis (10/9).

Kasat PPA PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti mengatakan, pria tersebut telah dilimpahkan ke unit PPA PPO Polrestabes Semarang untuk proses penyidikan.

"Betul diamankan di Polsek Candisari, barusan sore ini perkara dilimpahkan ke PPA," kata Sriniti melalui pesan singkat kepada detikJateng.



Simak Video "Menyebrangi Marine Bridge yang Menantang dengan Keamanan Terjamin di Semarang"

(apl/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork