Proses pemadaman gunung sampah TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Kota Solo masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Petugas damkar dibantu unsur TNI dan Polri terus melakukan pemadaman via darat maupun udara.
Dari pantauan detikJateng, dua helikopter disiapkan untuk melakukan water bombing hari ini. Danlanud Adi Soemarmo Solo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi mengatakan pada hari kedua penetapan status tanggap bencana ini, seluruh pihak terus berusaha memadamkan api agar zona yang terbakar tidak meluas.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dari stakeholder yang ada, baik dari TNI, Polri, relawan dan Pemkot sudah berjuang. Kita berupaya berkoordinasi dengan satuan samping dan atas, dalam hal ini adalah water bombing. Diharapkan segera kita dapat dukungan itu, karena zonasi yang terbakar cukup luas, sehingga kita segera mungkin percepat untuk padamkan," kata Henri, kepada awak media di TPA Putri Cempo Solo, Sabtu (5/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan, fokus pemadaman api berada di zona B dan C. Selain pemadaman via darat dan udara, modifikasi cuaca juga diupayakan untuk membantu proses pemadaman.
"Kita akan upayakan kombinasi ini segera berjalan. Dengan cuaca yang sangat terik, mudah-mudahan bisa membantu hujan buatan," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi, mengatakan masih ada titik api yang ditemukan. Jumlah water bombing juga akan ditambah pada hari kedua tanggap darurat bencana ini.
"Kita lihat dari geotermal, dari atas, memang masih ada api di dalam. Maka dari itu penambahan armada untuk water bombing. Kita juga bersurat ke BMKG untuk modifikasi cuaca," kata Respati.
Dia mengatakan ada evaluasi yang dilakukan dari proses pemadaman dengan teknik water bombing kemarin. Sebab, meski sudah dilakukan water bombing, masih banyak ditemukan titik api.
"Kuantitasnya (evaluasi water bombing kemarin). Kita akan dapat bantuan sehingga menambahkan jumlah water bombing," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo menyiagakan dua helikopter untuk water bombing TPA Putri Cempo Solo. Air diambil dari Bengawan Solo.
"Untuk helikopter kita siagakan dua. Hari ini kita laksanakan satu, titiknya di blok D. Kita akan lihat perkembangannya, kalau dibutuhkan dua, kita laksanakan dua hari ini," kata Catur.
"Titik pengambilan air masih di Bengawan Solo, tidak ada titik lain. Debit air juga lagi turun," ucapnya.
Gubernur Luthfi Ikut Pantau Kebakaran
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga ikut memantau langsung proses pemadaman api di TPA Putri Cempo. Dia berharap kejadian ini tidak terulang lagi.
"Kita lakukan final cek penanganan kebakaran TPA Putri Cempo, ini sudah hari ke-3. Yang jadi prioritas kita, ini jangan sampai terulang lagi," kata Luthfi di lokasi.
Dalam kejadian ini, penanganan warga yang terdampak juga menjadi prioritas. Pemantauan kondisi udara juga terus dilakukan, agar tidak berdampak bagi masyarakat.
"Dokter spesialis keliling melakukan pengecekan kesehatan di wilayah sekitar sini untuk memberikan jaminan kepastian kesehatan bagi masyarakat. Dan yang paling penting, bagaimana penanganan ini komperhensif, karena kita tidak bisa bekerjasama sendiri," ucapnya.
Luthfi mengucapkan terimakasih kepada Polri yang telah memberikan bantuan helikopter untuk melakukan Water Bombing. Dia mengatakan, sudah bersurat kepada Danlanud, dan Mabes TNI untuk dikirim lagi bantuan, untuk membantu pemadam kebakaran di TPA Putri Cempo.
"Tadi saya lihat masih menganga atau membara, makanya ini harus tuntas. (Target pemadaman?) Makin cepat makin bagus, karena ini tidak bisa berlarut-larut. Situasi kekeringan, dampak lingkungan hidup akan sangat berpengaruh bagi masyarakat sekitar. Dan yang paling utama, ini jangan sampai terulang lagi," pungkasnya.
(ams/ams)
