Polisi menangkap seorang juru parkir yang menganiaya pemotor saat keributan di Jalan Pahlawan, Kecamatan Semarang Selatan, beberapa waktu lalu. Dalam peristiwa itu, pelaku menembak korban dengan airsoft gun dan menyiramnya pakai minyak panas karena mabuk.
Hal itu disampaikan Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Dwi Yudi Setiawan. Ia mengatakan video yang viral di media sosial itu terjadi di depan Gedung Pramuka, Jalan Pahlawan, Kelurahan Pleburan, Minggu (30/8) dini hari.
Dwi menyebut peristiwa bermula saat korban yang berboncengan teman perempuannya dari arah SMKN 4 Semarang diadang dan dikeroyok sejumlah orang di depan Gedung Pramuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban mengabaikan teriakan tersebut hingga akhirnya berhenti di depan Gedung Pramuka. Di lokasi tersebut terjadi cekcok yang kemudian berujung pada pengeroyokan," ungkap Dwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2026).
"Tiga orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan kemudian melarikan diri setelah melakukan penyerangan terhadap korban," lanjutnya.
Jukir Mabuk Ikut Aniaya Korban
Keributan itu memancing juru parkir setempat inisial RJP (31) untuk mendekat. Ia yang saat itu dalam kondisi mabuk justru langsung menembakkan airsoft gun kepada korban.
"Pria yang bekerja sebagai tukang parkir di sekitar lokasi diduga dalam pengaruh minuman keras, kemudian melakukan tindakan kekerasan dengan menodongkan serta menembakkan airsoft gun ke arah korban," ucapnya.
Teman perempuan korban pun langsung melindungi korban seperti yang terlihat di dalam video yang beredar di medsos. Namun, pelaku justru menyiramkan minyak sayur yang panas ke arah korban.
"Siraman tersebut justru mengenai teman perempuan korban hingga menyebabkan luka bakar pada bagian belakang tubuhnya," jelasnya.
Polisi kemudian mengamankan juru parkir tersebut. RJP disebut telah mengakui adanya pemukulan, penembakan dengan airsoft gun, serta menyiram minyak panas.
"Selanjutnya pelaku beserta barang bukti kami amankan untuk menjalani proses penyidikan di Polrestabes Semarang," jelasnya.
3 Pengeroyok Diburu
Sementara itu, korban juga mengaku tidak mengenal tiga pelaku yang melakukan pengeroyokan maupun juru parkir yang telah diamankan. Pihak kepolisian pun masih mencari tiga pelaki pengeroyokan.
"Untuk tiga pelaku yang melakukan pengeroyokan, sampai saat ini masih kami lakukan pencarian," terangnya.
Adapun akibat kejadian itu, korban laki-laki mengalami luka pada bagian bibir akibat pemukulan, dan luka akibat tembakan airsoft gun di paha dan leher, yang menyebabkan kemerahan.
"Sementara teman perempuan korban mengalami luka bakar akibat terkena siraman minyak panas," kata Dwi.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit airsoft gun warna hitam merek Pietro Beretta, dan empat butir peluru gotri airsoft gun. Kemudian ada juga satu tas selempang warna hitam, topi warna hitam, kartu anggota Perbakin Jaguar Shooting Club yang disita.
"Kami mengimbau tiga pelaku pengeroyokan agar segera menyerahkan diri dan tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan orang lain," ucapnya.
"Kami juga mengajak masyarakat yang mengetahui keberadaan maupun identitas pelaku untuk menyampaikan informasi kepada kepolisian," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, video yang dinarasikan adanya keributan terjadi di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (30/8) dini hari viral di media sosial. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu laporan korban kejadian tersebut.
Insiden itu ramai usai diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini. Dalam video tampak sejumlah orang berkumpul di sekitar kedai kaki lima.
"Keributan terjadi di kawasan Jalan Pahlawan Kota Semarang pada Minggu (30/08/2026) dini hari sekitar pukul 01.55 WIB," tulis akun @beritasemaranghariini seperti dilihat detikJateng, Minggu (30/8).
Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Semarang Selatan, AKP Rismanto, membenarkan adanya insiden itu. Ia menjelaskan, korban diduga tiba-tiba dihentikan oleh seseorang saat tengah mengendarai motornya. Korban juga disebut sempat dipukuli.
"Korban lagi naik motor sama temannya. Terus kemudian bertemu beberapa massa dengan kelompok. (Tawuran?) Tidak, itu kendaraan sendiri-sendiri," kata Rismanto saat dihubungi detikJateng, Minggu (30/8).
